Posts tagged ‘write’

29/09/2009

write and share : penemuan embun bening

Dalam Ā posting sebelumnya sempat aku singgung mengenai nama putriku yang tercinta. TETES EMBUN BENING ANAKKU.

Ya, memang banyak yang bilang namanya unik, sedikit aneh, menarik, sampai bagus. Macam-macam memang pendapat mereka. Tapi ada sedikit cerita menarik di balik penemuan nama ini. Dan akan sedikit aku ceritakan disini. Jangan bosan ya? šŸ™‚

Semua berawal dari masa-masa kehamilan isteriku yang sudah beberapa bulan. Waktu itu aku punya keyakinan yang luar biasa bahwa anakku nantinya akan terlahir laki-laki. Oleh karena itu pula nama yang aku persiapkan adalah nama untuk bocah laki-laki.

Lebih jauh lagi dengan begitu bodoh dan naifnya dalam nama itu aku sebutkan waktu terlahirnya ke dunia. Luar biasa bodoh bukan keyakinanku?

Memang siapa aku ini, berani-beraninya mencoba untuk mendahului kehendak Tuhan.

Padahal waktu USG dokternya sendiri bilang kalau kelaminnya tertutup tali pusat atau ari-ari, jadi dia tidak bisa memastikan apakah laki-laki atau cewek. Keluarga juga sudah menyarankan untuk mempersiapkan dua nama, cowok dan cewek. Tapi seperti yang aku bilang tadi, waktu itu aku sombong dengan keyakinanku. Mungkin aku berpikir bahwa kalau kita yakin Tuhan pasti akan mewujudkan. Hmmm….soooo naif!

Dan benarlah keyakinanku yang sudah luar biasa kuat ternyata nggak ada apa-apanya dibandingkan kekuasaan Tuhan (tentu saja kan?), dan jadilah hari itu anakku terlahir dengan kelamin perempuan dan di waktu yang sama sekali berbeda dengan apa yang aku perkirakan. šŸ˜¦

Tapi, perlu dijelaskan bahwa aku sama sekali tidak menyesal dengan jenis kelamin anakku. Aku sudah luar biasa bahagia dengan lahirnya dia di dunia ini dengan selamat dan sehat. Thanks to God for that…

Kemudian sesaat setelah anakku lahir, tibalah saat yang dinanti-nanti. Ibuku bertanya kepadaku, “Jenenge sopo?’ (namanya siapa?).

Pertanyaan simpel yang wajar tapi pada waktu itu aku kaget luar biasa dan baru nyadar kalau aku belum mempersiapkan nama cewek. Dan tentu saja aku terdiam nggak bisa jawab.

“Nanti juga tahu…” bisikku. Aku lalu keluar dari ruangan dan bermodal kepulan asap rokok aku mulai corat-coret di kertas buram. Hanya corat-coret sekedarnya…dan inilah hasil corat-coret itu (sudah diedit tentunya)

tahukah kau anakku,
detik-detik menunggu hadirmu
adalah detik-detik paling menakutkan dalam hidupku
rintih Ibumu terdengar sumbang,
gurat kerut wajahnya mendalam,
seiring semakin dekatnya sebuah kata :
lahirā€¦

tapi, tahukah kau anakku,
engkaulah keindahan!
yang pantas untuk segala rasa ini
karena saat kau tibaā€¦
itulah surga!

hadirmu, tangismuā€¦
laksana TETES EMBUN BENING
yang menyegarkan hati kering kami,
menghapus segala rasa yang menghantui,
obat dari segala obat!

titipan Tuhan yang boleh kuakui sebagai ANAKKU

aku bukanlah orang yang pintar mencari nama
aku hanya sedikit lebih bisa mengolah kata
tuk itu anakku, aku berikan serangkai kata
ā€œTETES EMBUN BENING ANAKKUā€
sebagai sebutan bagimuā€¦
manfaatkan, gunakan, sematkan dalam jiwa dengan bangga!
dan suatu saat nantiā€¦
sejukkanlah dunia yang sudah mulai rusak ini
dengan ā€œembun beningmuā€

coretan puisi ini pernah aku post disini