Posts tagged ‘jepang’

19/10/2009

miyabi pergi ke pasar

Namaku Parti.

Ya saya tahu…nama itu memang nama wanita. Saya juga nggak tahu kok Bapakku dulu memberi nama itu kepadaku. Tapi aku sama sekali tidak malu dengan nama itu.

Parti…nama itu selalu aku sebut dengan bangga dan percaya diri setiap kali ada yang nanya. Bagi ukuran orang desa aku memang termasuk orang yang percaya diri, kalau Emakku bilang aku ini rahi gedhek

read more »

02/10/2009

bencana melanda : STOP bersedih! mari kita BANGKIT!

saya yakin kita semua sudah tahu dengan bencana-bencana yang barusan menyapa bumi indonesia tercinta ini. dari aktivitas saya jalan-jalan antar blog saya menemukan banyak sekali artikel-artikel menarik yang menyuguhkan tema ini. banyak kawan-kawan yang menulis mengenai gempa yang terjadi di sumatera kemarin, termasuk saya sendiri.

apa yang bisa kita lihat dari kenyataan ini? apakah ini berarti bahwa kita peduli dengan korban? apakah ini berarti bahwa kita menunjukkan rasa persaudaraan melalui artikel yang kita buat? atau malah kita membuat artikel yang hampir semuanya menyuguhkan fakta yang sama hanya untuk meningkatkan traffic blog kita?

apapun alasannya saya rasa sah-sah saja. saya juga punya alasan sendiri untuk memposting puisi di tulisan sebelumnya.

dari blogwalking yang saya lakukan tersebut saya membaca banyak sekali ucapan-ucapan turut berbela sungkawa, ikut bersedih, dan banyak lagi. begitu juga layanan sms ataupun facebook yang diadakan beberapa stasiun televisi, semuanya berlomba untuk mengucapkan turut bersedih dan ucapan untuk menghibur korban.

kita memang pantas untuk beredih bukan? wong saudara kita tertimpa musibah masak kita malah senang-senang? iya kan?

tapi melihat fenomena alam yang terjadi belakangan ini, dari tsunami, tanah longsor, gempa jogja, gempa jawa barat, sampai gempa di sumatera kemarin. apa kita cukup hanya bersedih dan meratap saja? apa dengan seperti itu semua akan menjadi lebih baik?

satu hal yang saya lihat dari bencana-bencana tersebut yaitu bahwa semuanya memakan korban begitu banyaknya! kok bisa? padahal kan bencana sudah sering dan bukan hal asing lagi bagi kita, tapi mengapa korban masih begitu banyaknya?

coba kita tengok di negara jepang. disana bisa dibilang gempa adalah kejadian sehari-hari, dan skala richternya juga nggak kecil. tapi mengapa korban nyawa bisa ditekan sedemikian rupa?

itu karena mereka peduli dan belajar! mereka mencari cara supaya gempa dapat diminimalkan kerusakannya. bangunan-bangunan mereka perkuat sehingga lebih tahan gempa.

memang jepang adalah negara yang luar biasa. tapi kita juga tidak kalah kalau kita mau.

kemarin sempat saya melihat wawancara di TV dengan seorang ahli bangunan (namanya siapa saya lupa, maklum habis potong rambut jadi sebagian ingatan ikut kebuang 😦 ). dia mengatakan bahwa para pemilik dan pendiri bangunan di indonesia lebih memilih menggunakan dana untuk membeli dan membangun gedung yang nampak indah di mata daripada untuk memperkuat konstruksi bangunannya (di wawancara itu dia mengatakan mereka lebih suka impor marmer dari itali daripada beli besi tambahan untuk konstruksi). kok bisa?

ini bisa diartikan kita masih belum begitu peduli dan belum mau belajar. mungkin mereka pikir ngapain keluar uang banyak untuk mengantisipasi sesuatu yang belum tentu terjadi. sigh...

untuk itulah kawan-kawan semua, mulai dari sekarang marilah kita belajar dari tragedi ini. jangan mau masuk ke lubang yang sama untuk ke sekian kalinya. keledai aja nggak mau kok…

banyak dari kita yang berdoa agar bencana semacam ini tidak terjadi lagi, tapi itu bukan jaminan. kita tidak bisa mengatur alam. kita hanya bisa mengantisipasi agar jika bencana datang kita sudah siap.

saya sadar bahwa tulisan ini tidak begitu berarti, dan mungkin tidak akan membawa perubahan bagi kita. tapi yah…paling tidak inilah unek-unek saya saat ini. unek-unek yang tidak dikeluarkan hanya membuat perut membusuk saja.

jangan biarkan kematian saudara-saudara kita menjadi sia-sia! kita harus melakukan sesuatu! jangan hanya bersedih saja, kita harus bangkit dan belajar!

dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi bencana yang akan datang? well, lets think about it and we’ll solve this problem TOGETHER.