Posts tagged ‘gempa’

02/10/2009

bencana melanda : STOP bersedih! mari kita BANGKIT!

saya yakin kita semua sudah tahu dengan bencana-bencana yang barusan menyapa bumi indonesia tercinta ini. dari aktivitas saya jalan-jalan antar blog saya menemukan banyak sekali artikel-artikel menarik yang menyuguhkan tema ini. banyak kawan-kawan yang menulis mengenai gempa yang terjadi di sumatera kemarin, termasuk saya sendiri.

apa yang bisa kita lihat dari kenyataan ini? apakah ini berarti bahwa kita peduli dengan korban? apakah ini berarti bahwa kita menunjukkan rasa persaudaraan melalui artikel yang kita buat? atau malah kita membuat artikel yang hampir semuanya menyuguhkan fakta yang sama hanya untuk meningkatkan traffic blog kita?

apapun alasannya saya rasa sah-sah saja. saya juga punya alasan sendiri untuk memposting puisi di tulisan sebelumnya.

dari blogwalking yang saya lakukan tersebut saya membaca banyak sekali ucapan-ucapan turut berbela sungkawa, ikut bersedih, dan banyak lagi. begitu juga layanan sms ataupun facebook yang diadakan beberapa stasiun televisi, semuanya berlomba untuk mengucapkan turut bersedih dan ucapan untuk menghibur korban.

kita memang pantas untuk beredih bukan? wong saudara kita tertimpa musibah masak kita malah senang-senang? iya kan?

tapi melihat fenomena alam yang terjadi belakangan ini, dari tsunami, tanah longsor, gempa jogja, gempa jawa barat, sampai gempa di sumatera kemarin. apa kita cukup hanya bersedih dan meratap saja? apa dengan seperti itu semua akan menjadi lebih baik?

satu hal yang saya lihat dari bencana-bencana tersebut yaitu bahwa semuanya memakan korban begitu banyaknya! kok bisa? padahal kan bencana sudah sering dan bukan hal asing lagi bagi kita, tapi mengapa korban masih begitu banyaknya?

coba kita tengok di negara jepang. disana bisa dibilang gempa adalah kejadian sehari-hari, dan skala richternya juga nggak kecil. tapi mengapa korban nyawa bisa ditekan sedemikian rupa?

itu karena mereka peduli dan belajar! mereka mencari cara supaya gempa dapat diminimalkan kerusakannya. bangunan-bangunan mereka perkuat sehingga lebih tahan gempa.

memang jepang adalah negara yang luar biasa. tapi kita juga tidak kalah kalau kita mau.

kemarin sempat saya melihat wawancara di TV dengan seorang ahli bangunan (namanya siapa saya lupa, maklum habis potong rambut jadi sebagian ingatan ikut kebuang 😦 ). dia mengatakan bahwa para pemilik dan pendiri bangunan di indonesia lebih memilih menggunakan dana untuk membeli dan membangun gedung yang nampak indah di mata daripada untuk memperkuat konstruksi bangunannya (di wawancara itu dia mengatakan mereka lebih suka impor marmer dari itali daripada beli besi tambahan untuk konstruksi). kok bisa?

ini bisa diartikan kita masih belum begitu peduli dan belum mau belajar. mungkin mereka pikir ngapain keluar uang banyak untuk mengantisipasi sesuatu yang belum tentu terjadi. sigh...

untuk itulah kawan-kawan semua, mulai dari sekarang marilah kita belajar dari tragedi ini. jangan mau masuk ke lubang yang sama untuk ke sekian kalinya. keledai aja nggak mau kok…

banyak dari kita yang berdoa agar bencana semacam ini tidak terjadi lagi, tapi itu bukan jaminan. kita tidak bisa mengatur alam. kita hanya bisa mengantisipasi agar jika bencana datang kita sudah siap.

saya sadar bahwa tulisan ini tidak begitu berarti, dan mungkin tidak akan membawa perubahan bagi kita. tapi yah…paling tidak inilah unek-unek saya saat ini. unek-unek yang tidak dikeluarkan hanya membuat perut membusuk saja.

jangan biarkan kematian saudara-saudara kita menjadi sia-sia! kita harus melakukan sesuatu! jangan hanya bersedih saja, kita harus bangkit dan belajar!

dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi bencana yang akan datang? well, lets think about it and we’ll solve this problem TOGETHER.

Iklan
01/10/2009

bencana melanda : gempa sumatera vs kebakaran lawu

Alam meradang! hanya itu yang melintas dalam benak saya ketika membuka halaman kompas dan detik. Judul-judul artikelnya membuat hati saya miris. 71 Jenazah Dievakuasi ke RSU M. Jamil, Kerusakan Setara Gempa Yogyakarta, Sudah 37 Mayat Tewas Ditemukan, Ratusan Warga terjebak di Gedung Bertingkat. Belum lagi artikel tentang kebakaran lereng gunung lawu yang sudah menghanguskan sekitar 1.500 hektar hutan. Bencana melanda dimana-mana. Kebakaran di hutan gunung Lawu belum selesai disusul dengan gempa di Sumatera. Prihatin…

Saya nggak tahu harus nulis apa disini. Bingung! Saat ini saya sedang marah, marah dengan alam, marah dengan manusia, marah dengan keadaan. Mengapa bencana alam selalu terjadi? Apa kita tidak bisa melakukan sesuatu untuk mengantisipasinya? Lebih jauh apa kita tidak mampu mencegah agar tidak terjadi bencana-bencana semacam ini?

Sudah berapa ribu manusia yang terenggut nyawanya? Dan yang membuat saya lebih marah dan prihatin adalah sebagian besar bencana terjadi karena ulah kita sendiri.

Saya akan me-repost sebuah coretan puisi lama yang saya buat setelah gempa yang terjadi di Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Puisi ini merupakan ekspresi saya untuk menyuarakan kekesalan terhadap manusia yang tidak henti-hentinya merusak alam ini, dan sebuah tulisan yang dapat mewakili perasaan saya saat ini.

don’t enjoy it! karena ini merupakan makian bagi kita!

Mentari 45 derajat, membidik dari arah barat
ketika aku teriak, bangsat !
kenapa kau rusak aku ?

Kalian babat hutanku, dan banjir merajalela
Kalian tak pernah jera
dasar manusia tak berakhlak berotak botak
kalian bahkan kuliti aku, beset dagingku, jarah darahku
dan aku sekarat

saat bencana menyapa ribuan nyawa
“Aku kapok” menggema, tapi ternyata tidak !
dalam keadaan setengah mati
aku tetap kalian gagahi
sperma busuk merasuki, mengalir jauh merusak rahim

dan aku hanya diam dalam kesedihan
melihat nyawa berlomba pergi dari sisi,
kasihan kalian…
karena kerusakan demi kerusakan telah terakumulasi
menunggu waktu menuju kebinasaan

Bumi terevolusi menjadi bom sejati…

Kalian gemborkan nama noordin,
seekor anjing yang membuat kalian merinding
bak kucing bunting berbibir sumbing disiram air kencing

Bah! Dasar noordin sinting !
Keturunan raja maling !

tapi aku, akulah yang harus kalian takuti !
karena aku mampu berbuat seratus kali lebih dari
si anjing noordin

setiap aku goyangkan kelingking,
sebuah kota terpontang-panting
jika lengan yang kugerakkan,
bencana kan melanda

aku bukan Tuhan, aku bukan kalian
aku hanyalah bumi yang sudah hampir mati

rawatlah aku, dan kan aku rawat kalian

saat ini,
memang sudah hampir terlambat,
tapi tiada kata telat tuk bertobat

aku sayang kalian, tapi ku tak mampu menahan jika sendiri

dan lagi-lagi,
kalian mengutuk aku karena jawa barat bergoyang bukan karawang,
tapi bergoyang penuh pengorbanan

aku tak ingin terjadi lagi tragedi
ribuan nyawa melayang, jangan biarkan terulang

by linduaji

Untuk para korban bencana alam dimanapun. Saya sebagai salah satu “perusak alam” memohon maaf kepada kalian.  Saya masih yakin bahwa Tuhan akan membuat segalanya indah pada waktunya.

God bless you all…