Posts tagged ‘asi’

28/09/2009

membiasakan anak minum dari botol

Sudah beberapa hari ini anakku rewel terus, bikin bingung, pusing, dan kasihan pastinya. 😦

Malah kemarin seharian dia sama sekali nggak mau lepas dari puting susu ibunya, bapaknya nggak dapat bagian 😈 Kami jadi bingung luar biasa menghadapi tangisan sang embun bening yang benar-benar memekakkan telinga ini.

intermezzo: nama anakku memang embun bening. lengkapnya tetes embun bening anakku. kenapa bisa dapat nama seaneh itu? yah itu karena bapaknya juga orang yang aneh.. 🙂 nanti kalau sempet aku posting kronologis penemuan nama buat anakku itu.

Embun bening adalah anak yang sehat. dia aktif, tangisnya juga keras, tidak pilek, badan juga nggak demam, baik hati, dan tidak sombong. Tapi kenapa akhir-akhir ini dia rewel terus? Dan kalau sudah nangis hanya bisa didiamkan oleh puting hangat sang ibu yang sudah lama nggak dikunjungi bapaknya 😈

Kami lalu mengadakan rapat untuk membahas mengapa embun bening beberapa hari terakhir ini rewel… ❓

DAN..!!! idea 💡idea 💡idea 💡

Kami yang masih amatir dalam hal bayi-berbayi ini menyimpulkan kalau kebutuhan perut sang embun semakin banyak sementara asi dari ibunya (entah oleh sebab apa) semakin berkurang sehingga embun selalu merasa lapar. Kesimpulan ini sempat membuat isteriku bersedih dan merasa bersalah :cry:. Aku harus menghibur dia mati-matian agar rasa bersalahnya nggak membuat dia stress :-). agak terlalu berlebihan ya? maaf…

Tapi perlu diketahui bahwa saat proses hibur menghibur isteri, embun bening sedang nenen (menyusu) dengan lahapnya. Bapaknya cuma bisa melihat dan berdoa… 👿

NAH..!! Dari kesimpulan itu pula makanya kami memutuskan untuk memberikan embun bening susu formula.

Sore itu juga aku langsung beli susu formula yang judulnya bebelac, tapi ternyata embun nggak mau! Dia malah nangis semakin keras. Judul susu aku ganti dengan bendera… tetap saja dia nggak mau.

Aku coba susu lactogen, embun tetap nggak mau. Kemudian ada yang saran supaya dotnya diganti yang lebih empuk, tapi tetap aja gagal mad

Aku juga sudah coba untuk meminumkan sedikit demi sedikit dengan sendok tapi melihat ekspresi embun bening yang seperti akan muntah setiap susu masuk ke tenggorokan aku jadi nggak tega 😦

Mbah google juga sudah aku gunakan, tapi tetap saja belum berhasil. Apa yang harus kami lakukan? 😕

Apalagi bulan november nanti ibunya sudah habis masa cuti, jadi mau nggak mau embun bening harus mau dan bisa minum dari botol sebelum ibunya kerja lagi.

Kalau portable gitu kan enak, jadi saat ibunya berangkat kerja, payudaranya bisa ditinggal di rumah buat si embun bening. bukan buat bapaknya lho… 😳 tapi kan nggak ada payudara portable. iya kan? ada nggak sih? nggak ada ya? ya udahlah…

Jadi intinya….disini saya selain share sama teman-teman, saya juga mau minta saran. Mungkin saja ada yang pernah punya pengalaman seperti ini, atau ada di antara kalian yang bidan, dokter, atau apapun yang berkaitan dengan susu-menyusu dan botol-membotol…saya minta sarannya dong. supaya embun bening mau mik cucu dari botol.

terima kasih sebelumnya.

nb. maaf bahasa saya agak kacau.

jangan ada yang tersinggung.

Iklan