Posts tagged ‘anak’

15/03/2010

Bisa Bukan Berarti Harus

Angin sama sekali tak nampak. Sedikitpun tiada terlihat jejaknya di ujung dedaunan, pucuk pohon teramping pun nampak diam membeku. Sore itu udara memang terasa sangat panas ditambah tidak ada sedikitpun angin yang menghembus membuat sore semakin pengap.

Tiba-tiba satu pucuk pohon terlihat bergerak, bergoyang tak senada. Berantakan namun indah.

read more »

29/09/2009

write and share : penemuan embun bening

Dalam  posting sebelumnya sempat aku singgung mengenai nama putriku yang tercinta. TETES EMBUN BENING ANAKKU.

Ya, memang banyak yang bilang namanya unik, sedikit aneh, menarik, sampai bagus. Macam-macam memang pendapat mereka. Tapi ada sedikit cerita menarik di balik penemuan nama ini. Dan akan sedikit aku ceritakan disini. Jangan bosan ya? 🙂

Semua berawal dari masa-masa kehamilan isteriku yang sudah beberapa bulan. Waktu itu aku punya keyakinan yang luar biasa bahwa anakku nantinya akan terlahir laki-laki. Oleh karena itu pula nama yang aku persiapkan adalah nama untuk bocah laki-laki.

Lebih jauh lagi dengan begitu bodoh dan naifnya dalam nama itu aku sebutkan waktu terlahirnya ke dunia. Luar biasa bodoh bukan keyakinanku?

Memang siapa aku ini, berani-beraninya mencoba untuk mendahului kehendak Tuhan.

Padahal waktu USG dokternya sendiri bilang kalau kelaminnya tertutup tali pusat atau ari-ari, jadi dia tidak bisa memastikan apakah laki-laki atau cewek. Keluarga juga sudah menyarankan untuk mempersiapkan dua nama, cowok dan cewek. Tapi seperti yang aku bilang tadi, waktu itu aku sombong dengan keyakinanku. Mungkin aku berpikir bahwa kalau kita yakin Tuhan pasti akan mewujudkan. Hmmm….soooo naif!

Dan benarlah keyakinanku yang sudah luar biasa kuat ternyata nggak ada apa-apanya dibandingkan kekuasaan Tuhan (tentu saja kan?), dan jadilah hari itu anakku terlahir dengan kelamin perempuan dan di waktu yang sama sekali berbeda dengan apa yang aku perkirakan. 😦

Tapi, perlu dijelaskan bahwa aku sama sekali tidak menyesal dengan jenis kelamin anakku. Aku sudah luar biasa bahagia dengan lahirnya dia di dunia ini dengan selamat dan sehat. Thanks to God for that…

Kemudian sesaat setelah anakku lahir, tibalah saat yang dinanti-nanti. Ibuku bertanya kepadaku, “Jenenge sopo?’ (namanya siapa?).

Pertanyaan simpel yang wajar tapi pada waktu itu aku kaget luar biasa dan baru nyadar kalau aku belum mempersiapkan nama cewek. Dan tentu saja aku terdiam nggak bisa jawab.

“Nanti juga tahu…” bisikku. Aku lalu keluar dari ruangan dan bermodal kepulan asap rokok aku mulai corat-coret di kertas buram. Hanya corat-coret sekedarnya…dan inilah hasil corat-coret itu (sudah diedit tentunya)

tahukah kau anakku,
detik-detik menunggu hadirmu
adalah detik-detik paling menakutkan dalam hidupku
rintih Ibumu terdengar sumbang,
gurat kerut wajahnya mendalam,
seiring semakin dekatnya sebuah kata :
lahir…

tapi, tahukah kau anakku,
engkaulah keindahan!
yang pantas untuk segala rasa ini
karena saat kau tiba…
itulah surga!

hadirmu, tangismu…
laksana TETES EMBUN BENING
yang menyegarkan hati kering kami,
menghapus segala rasa yang menghantui,
obat dari segala obat!

titipan Tuhan yang boleh kuakui sebagai ANAKKU

aku bukanlah orang yang pintar mencari nama
aku hanya sedikit lebih bisa mengolah kata
tuk itu anakku, aku berikan serangkai kata
“TETES EMBUN BENING ANAKKU”
sebagai sebutan bagimu…
manfaatkan, gunakan, sematkan dalam jiwa dengan bangga!
dan suatu saat nanti…
sejukkanlah dunia yang sudah mulai rusak ini
dengan “embun beningmu”

coretan puisi ini pernah aku post disini

28/09/2009

membiasakan anak minum dari botol

Sudah beberapa hari ini anakku rewel terus, bikin bingung, pusing, dan kasihan pastinya. 😦

Malah kemarin seharian dia sama sekali nggak mau lepas dari puting susu ibunya, bapaknya nggak dapat bagian 😈 Kami jadi bingung luar biasa menghadapi tangisan sang embun bening yang benar-benar memekakkan telinga ini.

intermezzo: nama anakku memang embun bening. lengkapnya tetes embun bening anakku. kenapa bisa dapat nama seaneh itu? yah itu karena bapaknya juga orang yang aneh.. 🙂 nanti kalau sempet aku posting kronologis penemuan nama buat anakku itu.

Embun bening adalah anak yang sehat. dia aktif, tangisnya juga keras, tidak pilek, badan juga nggak demam, baik hati, dan tidak sombong. Tapi kenapa akhir-akhir ini dia rewel terus? Dan kalau sudah nangis hanya bisa didiamkan oleh puting hangat sang ibu yang sudah lama nggak dikunjungi bapaknya 😈

Kami lalu mengadakan rapat untuk membahas mengapa embun bening beberapa hari terakhir ini rewel… ❓

DAN..!!! idea 💡idea 💡idea 💡

Kami yang masih amatir dalam hal bayi-berbayi ini menyimpulkan kalau kebutuhan perut sang embun semakin banyak sementara asi dari ibunya (entah oleh sebab apa) semakin berkurang sehingga embun selalu merasa lapar. Kesimpulan ini sempat membuat isteriku bersedih dan merasa bersalah :cry:. Aku harus menghibur dia mati-matian agar rasa bersalahnya nggak membuat dia stress :-). agak terlalu berlebihan ya? maaf…

Tapi perlu diketahui bahwa saat proses hibur menghibur isteri, embun bening sedang nenen (menyusu) dengan lahapnya. Bapaknya cuma bisa melihat dan berdoa… 👿

NAH..!! Dari kesimpulan itu pula makanya kami memutuskan untuk memberikan embun bening susu formula.

Sore itu juga aku langsung beli susu formula yang judulnya bebelac, tapi ternyata embun nggak mau! Dia malah nangis semakin keras. Judul susu aku ganti dengan bendera… tetap saja dia nggak mau.

Aku coba susu lactogen, embun tetap nggak mau. Kemudian ada yang saran supaya dotnya diganti yang lebih empuk, tapi tetap aja gagal mad

Aku juga sudah coba untuk meminumkan sedikit demi sedikit dengan sendok tapi melihat ekspresi embun bening yang seperti akan muntah setiap susu masuk ke tenggorokan aku jadi nggak tega 😦

Mbah google juga sudah aku gunakan, tapi tetap saja belum berhasil. Apa yang harus kami lakukan? 😕

Apalagi bulan november nanti ibunya sudah habis masa cuti, jadi mau nggak mau embun bening harus mau dan bisa minum dari botol sebelum ibunya kerja lagi.

Kalau portable gitu kan enak, jadi saat ibunya berangkat kerja, payudaranya bisa ditinggal di rumah buat si embun bening. bukan buat bapaknya lho… 😳 tapi kan nggak ada payudara portable. iya kan? ada nggak sih? nggak ada ya? ya udahlah…

Jadi intinya….disini saya selain share sama teman-teman, saya juga mau minta saran. Mungkin saja ada yang pernah punya pengalaman seperti ini, atau ada di antara kalian yang bidan, dokter, atau apapun yang berkaitan dengan susu-menyusu dan botol-membotol…saya minta sarannya dong. supaya embun bening mau mik cucu dari botol.

terima kasih sebelumnya.

nb. maaf bahasa saya agak kacau.

jangan ada yang tersinggung.