Archive for ‘cerpen’

27/05/2013

Kutipan Cerita Suling Emas Karya Kho Ping Hoo

suling-emasDia melihat mulut itu tersenyum, akan tetapi matanya tetap tidak terbuka.

“Eng-moi…..Eng-moi…….” Namun gadis itu tidak menjawab dan Bu Song berlari lagi menuju air mancur. Kali ini ia mendapatkan beberapa helai daun yang ia jadikan satu dan dengan daun-daun ini ia dapat membawa air ke dalamnya. Gadis itu menelan air dan mengeluh perlahan, l;alu membuka mata. Mereka saling pandang, mata yang sayu dari Eng Eng bertemu pandang mata penuh harap-harap cemas dari Bu Song.

“Song-ko…….” Eng Eng berkata lemah, berusaha untuk tersenyum.

Bu Song segera memangku gadis itu dan gerakan ini membuat Eng Eng merintih kesakitan.

“Bagaimana, moi-moi? Apamu yang sakit? Kau tidak apa-apa bukan?” pertanyaan penuh kecemasan dilontarkjan bertubi-tubi.

Eng Eng meramkan mata, keningnya berkerut-kerut. jelas bahwa ia menderita nyeri hebat yang ditahan-tahannya, kemudian ia membuka lagi matanya dan kini bulu matanya basah, “Koko…..tiada harapan lagi……”

read more »

Iklan
05/07/2012

Sekar dan Sembilan Lembar Tiket

21-08-2004. Pukul  04.14,

ICU

Kamar itu, terlihat sumbang. Tidak seperti kemarin, tidak seperti waktu pertama kali mereka membawa gadis itu ke sini. Seorang gadis yang cantik. Hanya itu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaannya. Cantik. Meskipun saat itu wajahnya penuh darah, dia tetap cantik.

Terlihat 2 manusia dalam kamar itu. Sebuah kamar yang sumbang. Satu, sedang duduk tertidur bersandar kursi. Wajahnya dihias keriput lembut di beberapa titik. Tenang, bijaksana, nafasnya lembut wangi. Semerbak memenuhi kamar.

Penghuni yang kedua, tentu saja adalah dia. Gadis itu, gadis yang tergolek lemas di ranjang itu. Dengan wajah bercahaya, kepalanya masih dibungkus perban. Dia tidur dan terlihat nafasnya keluar masuk dengan perlahan.

read more »

01/03/2010

Dongeng dalam Hiasan Dinding

Tidak semua harus diucapkan. Terkadang yang dibutuhkan untuk menyampaikan sesuatu hanyalah sebuah isyarat. Bahkan sebuah benda pun mampu memberikan kepada kita gambaran dan pengertian yang lebih dari ribuan kata yang terlontar.

read more »

21/12/2009

wanita laut

hari ini hari sabtu, dan itu berarti dia pasti ada di sana. di tepi laut, di atas karang menatap lautan luas. tersenyum…

dia suka sekali bercakap-cakap dengan angin. wajahnya sedikit mendongak mengarah rembulan setiap kali dia tertawa mendengar gurauan sang ombak. terdengar renyah, lepas, bebas, tanpa batas…

air matanya senantiasa mengalir saat sang angin meniupkan keluhan.

dialah sang wanita laut, julukan yang diberikan oleh nelayan setempat. seorang wanita yang mampu bicara dengan samudra…

read more »

10/12/2009

Schizophrenia

Hari ini aku menyelamatkan seorang anak kecil dari sengatan ribuan alien ganas. Aku adalah pahlawan! Alien-alien itu mengerubuti dan menggerogoti tubuh anak malang itu dan parahnya para alien mampu menghipnotis korbannya sehingga dia tidak merasakan kematian yang datang secara perlahan. Dia bahkan tidak merasakan sakit.

Bahkan efek hipnotis alien sanggup membius mata orang-orang di sekitar sehingga tidak ada satupun yang sadar, hanya aku! Ya!!! Hanya akulah yang mampu melihat kenyataan ini, hanya akulah saksi mata penyerbuan alien ganas itu, dan hanya akulah yang sanggup menyelamatkan nyawa anak kecil itu dari taring-taring tajam para alien. Hanya aku! Karena aku istimewa..

read more »

30/10/2009

Tawaran dari Iblis

Mereka terlihat duduk bersama dalam diam.

Saling pandang dalam hening, sampai salah satu dari mereka memecahkan sepi saat dia berkata,

“Aku tahu siapa kamu…”

Tapi ‘dia’ tidak menjawab, pandangan matanya tajam menelusuri wajah pria perlente di depannya.

“Reputasimu sudah aku dengar. Aku punya penawaran yang mungkin menarik untukmu…”

read more »

27/10/2009

Tattoo, Wanita Pemberani dan Seorang Bayi

Dia terlahir tanpa nama, sepanjang yang dia ingat orang-orang memanggilnya dengan sebutan Tattoo. Dia tidak tahu kapan dan siapa yang membuat gambar itu di punggungnya. Sepanjang yang dia ingat, gambar itu sudah melekat di sana.

Hanya bisa hilang kalau dia mati…

read more »

25/10/2009

tentang Wisnu (petikan dari novel g*g*l lagi)

Bising…itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kantin sekolahku di saat jam istirahat. Gelegak tawa, teriakan-teriakan saling ejek antar teman, gurauan berbau sex, obrolan tentang lawan jenis, jerit para siswi tatkala digoda oleh para siswa, keras, melengking, memecahkan gendang telinga. Beberapa pasang muda-mudi yang sedang dimabuk asmara terlihat menyepi di pojok-pojok kantn, mencoba untuk menjauhi gangguan.

read more »

22/10/2009

write and share : gadis jisamsu

“Coba mas bayangkan sendiri…mereka membuatku jadi ajang taruhan. Siapa yang bisa menjadi pacarku dialah yang menang, dan mas tahu apa hadiah bagi pemenang? Sebungkus rokok jisamsu mas. Sebungkus rokok yang akan mereka ‘join’, sebatang mereka hisap sama-sama kemudian setelah habis mereka buang dan mereka injak-injak supaya apinya padam. Itulah ‘harga’ yang mereka berikan kepadaku.”

read more »

19/10/2009

miyabi pergi ke pasar

Namaku Parti.

Ya saya tahu…nama itu memang nama wanita. Saya juga nggak tahu kok Bapakku dulu memberi nama itu kepadaku. Tapi aku sama sekali tidak malu dengan nama itu.

Parti…nama itu selalu aku sebut dengan bangga dan percaya diri setiap kali ada yang nanya. Bagi ukuran orang desa aku memang termasuk orang yang percaya diri, kalau Emakku bilang aku ini rahi gedhek

read more »