Archive for ‘cerpen, puisi’

05/07/2012

Sekar dan Sembilan Lembar Tiket

21-08-2004. PukulĀ  04.14,

ICU

Kamar itu, terlihat sumbang. Tidak seperti kemarin, tidak seperti waktu pertama kali mereka membawa gadis itu ke sini. Seorang gadis yang cantik. Hanya itu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaannya. Cantik. Meskipun saat itu wajahnya penuh darah, dia tetap cantik.

Terlihat 2 manusia dalam kamar itu. Sebuah kamar yang sumbang. Satu, sedang duduk tertidur bersandar kursi. Wajahnya dihias keriput lembut di beberapa titik. Tenang, bijaksana, nafasnya lembut wangi. Semerbak memenuhi kamar.

Penghuni yang kedua, tentu saja adalah dia. Gadis itu, gadis yang tergolek lemas di ranjang itu. Dengan wajah bercahaya, kepalanya masih dibungkus perban. Dia tidur dan terlihat nafasnya keluar masuk dengan perlahan.

read more »

Iklan
02/07/2012

Selalu Terjadi

Pagi ini,
sebelum mentari menancapkan cakar sinarnya di halaman rumahku
Sebelum kabut tipis makin menipis,
dan embun masih membeku diam di ujung dedaunan
Aku berdiri di sini
Seperti yang selalu terjadi

Tangan kananku menjepit batang rokok di sela jemari,
tangan kiri menggenggam segelas kopi kental
yang masih mengepulkan asap putih,
seputih kabut
Seperti yang selalu terjadi

read more »

Tag: , ,
30/12/2011

Ketika Dikuasai Ketika

ketika aku ingin menulis sesuatu, kenapa kata ‘ketika’ selalu yang pertama melintas di benak?

apa iya ndak ada kata lain yang bisa kugunakan?

atau karena koleksi kata2ku sudah rusak dan tidak berbekas lagi selain kata ‘ketika’?

ketika…kata ‘ketika’ menguasai, aku lantas berhenti, dan urung melanjutkan tulisan, karena aku sudah bosan dengan ‘ketika’

‘ketika’ membuatku tumpul. .

‘ketika’ membuatku dangkal..

read more »

03/03/2010

Iseng Nulis

Mereka tidak mengerti perasaan ini. Degup jantung ini. Mereka menyuruhku untuk duduk dan tenang.

read more »

Tag: