Archive for Oktober, 2012

15/10/2012

Egois atau Jujur?

“Mah, minta uang kecil buat kasih ke mas pengamen…”

“Mamah, ndak ada uang kecil, kasih permen aja ya?”

Diam sebentar, terus Tessa bilang, “Mamah punya permen to?”

“Punya….”

“Berapa?”

“Satu tok…kasihke masnya aja ya?”

“Ndak usah buat Tessa aja….”

Obrolan singkat si kecil Tessa dengan mamahnya ini sederhana memang. Tapi jika kita mau melihat dan mengamati kita dapat belajar dari obrolan itu.

Sekilas terkesan si kecil Tessa adalah anak yang egois, dia memang punya niat untuk membantu orang lain yang kebetulan di kejadian ini adalah seorang pengamen cilik, hal ini bagus tentunya. Tapi seperti kebanyakan anak kecil, kepentingan diri sendiri lebih diutamakan dibandingkan kepentingan lain. Niatnya membantu hilang sudah ketika dia dihadapkan pada pilihan permen untuk si pengamen atau untuk dia sendiri? Dan akhirnya tentu saja dia yang menang, kalau aku masih pingin ngapain diberikan ke orang lain? Begitu mungkin kira-kira isi pikiran si Tessa.

Egois? Atau jujur?

Bagi orang dewasa seperti kita pastinya tidak akan bisa sejujur anak-anak kita. Seringkali kita memilih langkah yang ‘benar’ di mata orang lain walaupun sebenarnya kita tidak mau bahkan benci dengan jalan yang kita ambil tapi demi citra tetap kita lakukan juga bukan?

Kalau memang seperti ini, perbuatan baik kita apakah benar-benar baik kalau kita melakukannya dengan berdasar pamrih supaya terlihat baik di mata orang lain?

Berbuat baiklah jika kamu ingin berbuat baik, jangan berbuat baik hanya karena bisa atau harus. Karena berbuat baik saat kita bisa saja mengandung kesombongan dan pamrih, sedangkan berbuat baik karena harus itu berarti kita terpaksa dan tidak ikhlas, tetapi jika kita berbuat baik karena kita ingin maka dasarnya mudah-mudahan adalah murni.

Tag: ,