Selalu Terjadi

Pagi ini,
sebelum mentari menancapkan cakar sinarnya di halaman rumahku
Sebelum kabut tipis makin menipis,
dan embun masih membeku diam di ujung dedaunan
Aku berdiri di sini
Seperti yang selalu terjadi

Tangan kananku menjepit batang rokok di sela jemari,
tangan kiri menggenggam segelas kopi kental
yang masih mengepulkan asap putih,
seputih kabut
Seperti yang selalu terjadi

Rokok, kopi,
senjataku untuk menghadapi warna-warni dunia
Masalah selalu datang menghantam,
tapi akulah batu karang itu!
Yang tak akan lekang oleh waktu
Ombak setinggi gunung,
setebal badan sang dewa tebal
Tak mampu meruntuhkan sang karang
Hanya kakek waktu yang mampu
Seperti yang selalu terjadi

Bah!
Aku bosan dengan rutinitas!
Beri aku masalah baru,
dan akan aku remukkan dia menjadi keping tak bermutu
Aku ingin,
pergi dari sini
Mencari perubahan
menemukan warna yang belum pernah ada
Dan saat itulah aku bisa berdiri bangga
Itulah aku!

Segala rasa pergi sesaat setelah ujung jari kaki dicium
hangatnya lidah sang surya
Dan aku mulai hidup
Lagi…
Seperti yang selalu terjadi

Aku hirup kopi hitam yang sudah mendingin
Aku hisap batang pembunuh paru-paru dengan nikmat
Persetan mereka bilang apa,
rokok inilah yang membuat aku bisa menikmati dunia
Rokok dan kopi
Seperti yang selalu terjadi

Sapaan seorang kakek menyeretku
Kakek yang terseok,
berjalan diikuti gerobak sampah di belakangnya
Ahh…, ini juga
seperti yang selalu terjadi

Pagi! Kabar baik, kek?
Dan kakek menjawab,
Seperti yang selalu terjadi

Apa maksudnya?
Seperti yang selalu terjadi?
Selalu baik?
Atau selalu buruk?

Geram aku pandangi kakek yang semakin terseok
sampai terkesot
Gerobak sampah berhenti seiring tubuh kakek yang rebah
mencium bekunya jalanan
Ada apa?
Kuhampiri dia,
kuraba hangat tubuh dingin itu
Kucoba menangkap nafas yang ketakutan melihatku,
tapi tidak bisa!
Nafas terakhirnya, telah pergi
Dia telah mati.
Dan tak sadar aku tersenyum, sambil bergumam pelan
Ini dia, yang tidak selalu terjadi…

 

                                               lereng lawu, 29082009

Tag: , ,

8 Komentar to “Selalu Terjadi”

  1. Semoga gak tiap hari nemu orang yang meninggal ya, Mas.😀
    Apa kabaaaar? Kangen nih sama blogger2 lawas. Hehe…

  2. Tulisan Mas Aji yang Khas …

    Sudah lama saya tidak membacanya

    Salam saya Mas Aji

  3. Setiap orang pasti akan menghela nafas terakhir dengan cara yang berbeda – beda…

    semoga jikalah aku menghela nafas terakhir ku dengan menyebut ashaduallahilah hailuwloh wa’ashaduana muhammadan rasullulah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: