Bisa Bukan Berarti Harus

Angin sama sekali tak nampak. Sedikitpun tiada terlihat jejaknya di ujung dedaunan, pucuk pohon teramping pun nampak diam membeku. Sore itu udara memang terasa sangat panas ditambah tidak ada sedikitpun angin yang menghembus membuat sore semakin pengap.

Tiba-tiba satu pucuk pohon terlihat bergerak, bergoyang tak senada. Berantakan namun indah. Nampak beberapa ekor burung berkelebatan bermain di antara dahan ke dahan. Aku tidak dapat melihat jelas burung apa itu, terlalu jauh dari tempatku mengamati. Tapi sayup aku dengar kicauan mereka saling bertanya kabar disusul gurauan dan ocehan tentang pengalaman mereka sepanjang siang. Indah.

Tetapi keindahan itu tidak berlangsung lama karena tiba-tiba sebuah letupan suara membuat salah seekor di antara mereka jatuh berdebum di atas tanah disusul teriakan gembira seorang anak kecil yang melihat bidikan ayahnya tepat sasaran.

“Wah, papahmu hebat ya?” suara anak kecil lainnya memuji.

“Iya dong..!!!”

Dari sudut gang terlihatlah sang penembak itu, menenteng senapan angin di bahunya. Berjalan dengan dada membusung, kepulan asap rokok terhembus dari mulut dan membentuk sebuah kata bangga.

Anak sang penembak kemudian berebutan dengan temannya untuk mengambil dan membawa si burung kecil yang ternyata masih hidup. Berloncatan mencoba untuk terbang menghindari bahaya yang mengancam, namun sayapnya yang terluka membuatnya tak mampu pergi. Akhirnya dia hanya pasrah dijadikan mainan ke dua bocah itu, sesekali jatuh dari tangan kecil yang sedikit gemetar entah karena jijik atau takut, tapi bukan kasihan.

Dan lagi-lagi kata pujian itu terlontar, “Papah hebat..!!!”

Hebat? Menembak seekor burung yang tidak dapat melawan, dan tidak tahu menahu kenapa dia dijadikan sasaran tunjuk kebolehan oleh seorang ayah yang ingin membuat anaknya bangga…hebatkah itu?

Spontan aku berdiri pelan, dan aku keluarkan sebuah pistol khayalan dari balik bajuku. Aku arahkan pistol khayalan ke arah mereka dan sebuah peluru khayalan meluncur cepat sampai akhirnya meledak penuh khayalan di tengah mereka. Dalam khayal aku lihat mereka tersentak kaget karena ledakan khayalan itu dan mereka nampak bingung sampai akhirnya sadar bahwa yang mereka lakukan tidak seharusnya dilakukan. Karena sebuah dongeng dari almarhum ayah pernah berkata bahwa “bisa bukan berarti harus“.

……namun sayang itu hanya khayalan, karena nyatanya aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya diam sambil merenung. Hanya…menyesal…

86 Komentar to “Bisa Bukan Berarti Harus”

  1. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang Bisnis dan Kesehatan di blogku : http://www.indonetwork.co.id/ptmsinet, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  2. Wah artikelnya mantab nih . . .

  3. S’mua bermula dari khayalan kemudian jadi impian dan ada hasrat yang akhirnya pacu tuk jadi kenyataan. aku suka itu

  4. wahh .hebat sekali.. sudah seperti tulisan para motivator ternama. tq ya.. terinspirasi..🙂

  5. Menembus batas dalam angan saya, setelah membaca yang anda rilis, memang penyesalan selallu datang belakang, dan sebelumnya hanya nafsu yang kita pikirkan, itulah manusia, Software Pulsa

  6. Sesuatu yang salah pada niatnya, Bangga bagi diri kita,tetapi merugikan mahluk lain, itu harus koresksi diri, memang itulah manusia tempatnya salah dan benar, perlu kita ingatkan Pulsa Jawa Tengah

  7. tidak usah menyesali karena sudah terlanjur, Untuk itu jadikan sajian makan biar tidak mubadzir,dan do’akan burung bisa masuk sorga.. amin…!!! Sistime Mutu Alisme Software

  8. Selamat malam. Wah blognya bagus nih ,Oiy kunjungi blog saya juga ya. Salam kenal ya,😀

  9. gambaran yang sangat menarik.. seharusnya tak ada penyesalan, bila tak bisa melakukan nya hari ini, cobalah untuk melakukannya esok hari.. karna selagi gak putus asa pasti akan selalu adaq cara dan jalan keluarnya.. impian dan khayalan bila tidak di visualisasikan di alam nyata, maka ia tak akan mberkembang kemana2.

  10. postingannya menarik
    salam kenal🙂

  11. terus berkarya mantap kok isinya. semangat bro

  12. selamat berkarya dan si mungil imut2 jangan nakal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: