Untuk Ibuku dan Ibu Anakku

Hari masih sore ketika kau ceritakan lagi kisah itu kepadaku, kisah yang hanya samar saja di benakku tapi aku yakin sepenggal cerita ini tak akan pudar dari ingatanmu.

Seperti biasa, kau ceritakan kata per kata sesekali dengan tawa renyah yang terdengar biasa di telinga tapi terasa ‘lain’ di hatiku.

Sayang aku terlalu sombong untuk mengatakan bahwa tawamu adalah bahagiaku…

Kau akhiri cerita kisah itu dengan mengusap air mata sambil masih tertawa…

Senja masih muda, ketika seorang Ibu muda menyusui anaknya yang masih balita, hampir dua tahun usianya. Seorang anak laki-laki yang sehat, lucu, dan hampir bisa dipastikan bahwa dia akan memiliki wajah dewasa yang tampan

Sang Ibu terlihat sedikit meringis menahan perih ketika anaknya yang mengantuk menghisap putingnya terlalu keras, dan tanpa dapat dia cegah rasa perih itu mengundang air mata yang menetes pelan di pipinya

Balita itu melirik ke atas dan melihat Ibunya menangis. Perlahan dia mamandang Ibunya dengan seksama, kemudian tanpa kata dia turun dari pangkuan Ibunda, lari dengan langkah kaki kecil ke ruang sebelah

Tak berapa lama dia datang lagi ke kamar, dengan selembar kain selendang bermotif batik jawa yang dia ambil dari ruang sebelah, dia menghapus air mata dari pipi Ibunya. Sinar mata anak itu membisikkan kalimat,

“Jangan menangis Ibu. Ada aku di sini, tidak ada yang akan bisa mengganggumu.”

Setelah itu? Si Balita kembali duduk di pangkuan Ibunya, meringkuk…dan dengan asyik menyedot kembali puting susu Sang Ibu

Jengkel, terharu, lucu…sang Ibu hanya terdiam, walaupun lecet di putingnya makin terasa pedih

Dan sekarang balita tak tahu diri itu sudah dewasa, walaupun dengan wajah dewasanya yang tak setampan dugaan.

Dia sedang menulis dengan terbata-bata karena jemarinya gemetar, karena layar monitor di depannya tiba-tiba tertutup embun, karena pipinya tiba-tiba terasa basah.

Kenangan yang indah. Iya kan mah…???

*****

Tanggal 15 agustus, jam 02.17 pagi.

Ini berarti isteriku sudah 20 jam tidak tidur. Memang sejak TETES EMBUN BENING ANAKKU mengisi hidup kami, pola tidur jadi kacau. Yang paling merasakan dampaknya tentu saja isteriku tercinta, ibu sang Embun. Tapi dia tidak pernah mengeluh, walaupun matanya merah menahan kantuk, wajahnya pucat karena lelah, dia selalu siap setiap waktu. Begitu terdengar rengekan sang Embun, dia dengan sigap langsung meraih, memeluk, menghibur, dan menyediakan putingnya untuk sang Embun.

Terkadang dia meringis ketika hisapan Embun terlalu kuat dan mengakibatkan putingnya yang membesar menjadi sedikit lecet. “Hal yang biasa bagi Ibu baru…”, ucap para mantan penyusu.

tak pernah mengeluh, selalu tersenyum…tulus…

Malam ini, terharu aku melihat dia menyusui Embun sambil bersandar menahan kantuk. 20jam tanpa tidur…, sesekali kepalanya terantuk ke depan, ketiduran. Perih hatiku melihat ini. Perlahan aku hampiri dia, kusentuh pundaknya, “Sayang, aku bikinkan susu formula aja buat Embun ya?”

Dia menatapku tajam, marah! Dan mata kantuknya tiba-tiba meneteskan air mata, “Kamu mau misahin aku sama Embun?”, aku tercekat diam.

“Saat ini, di mata embun hanya inilah yang membuat aku berbeda dengan orang lain…”, penuh kelembutan dan kasih dia menatap wajah sang Embun yang dengan asiknya terus menyusu,

“Semua orang bisa memeluk, mencium, menggendong…semua bisa melakukan apa yang bisa aku lakukan terhadap Embun, tapi hanya aku, ibunya! Yang bisa memberikan ASI…bukan ibumu, bukan ibuku, bukan siapapun…”, pelan tapi pasti aku merasakan dinginnya air di pipiku.

“…jangan gantikan peranku sebagai seorang ibu dengan sebotol susu…”, bisik ibu sang Embun.

kasih ibu kepada beta,

tak terhingga sepanjang masa

hanya memberi, tak harap kembali

bagai sang surya menyinari dunia

Terisak aku peluk tubuh lemasnya, “Pasti sayang…pasti…”

46 Responses to “Untuk Ibuku dan Ibu Anakku”

  1. Tiga Hal …
    #1 Tentang Ibuku
    Jangankan pelaku sejarahnya … saya saja … yang hanya membaca … terharu setengah mati …
    and yes … monitor saya pun kok jadi berembun ini …

    #2
    “Saat ini, di mata embun hanya inilah yang membuat aku berbeda dengan orang lain…”,
    Ah dahsyat sekali kata-kata ini …

    #3
    Selamat Hari Ibu … untuk wanita-wanita yang dikasihi oleh mas Aji …
    Juga untuk ibu-ibu yang lainnya …

    Ya … Saya Jatuh Cinta Mas …🙂
    Saya jatuh cinta pada tulisan-tulisan Mas Aji …
    And once again “rasa aneh” itu muncul lagi …

    (gyahahahaha)

  2. Tulisan yg membuat hati ini mengharu biru.
    Titip salam sayang utk istri dan embun tercinta.
    selamat Hari Ibu, utk seluruh ibu yg penuh cinta di negeri ini.
    salam.

  3. Energi yang tak terkatakan akan sampai pada buah hati kita… walau yang tampak adalah muka meringis menahan sakit karena puting susu yang luka.. sang bayi tahu bahwa bunda tetap tulus mencintainya, memberinya ASI hingga 2 tahun usianya nanti… Selamat HAri Ibu untuk Ibundanya Embun… untuk seluruh Ibu di Dunia..

  4. Wanita-wanita yg luar biasa. Ibu kita, istri dan mungkin anak2 perempuan kita kelak.
    Adakah yg lebih inah dari kasih sayang dan kerelaan mereka. Andai semua wanita seperti yang dituliskan mas Linduaji diatas….indahnya dunia.

    Selamat hari ibu untuk yg sebenar2 ibu.

  5. komentator ke-5 hoyeee…😀
    ah, perempuan memang kuat dan sangat istimewa. pantas jika ia mendapat selamat.😉

  6. Nggak akan ada habisnya jika kita ingin membahas kasih ibu yang akan terus ada sepanjang masa.

  7. semuanya cantik2 yach

  8. ha..ha.., indahnya mas.
    tetanggaku banyak yang menysui sampai 2 tahun lebih. hm..gigi bayi pada tukul tuh, bakalan babak belur tuh putingnya ibu dalam menyusui😆

  9. Sosok Ibu, adalah figur yang tidak tergantikan oleh siapapun.
    Oh ya yang pasti dari Jam 4 tadi saya mencoba mengganti pekerjaan Ibu/Istri saya …. sampe jam 8 jujur gak kuat Mas ….
    Selamat hari Ibu.
    Salam hangat untuk keluarga.

  10. Ah ah ah … tulisan yang luar biasa Mas Aji …

    Selamat Hari Ibu ….

  11. postingan yang baik,bang
    salam hangat selalu

    p cabar

  12. kasih ibu tiada tara, rela berkorban demi buah hatinya …
    tugas yang diemban amatlah berat, tetapi seorang ibu rela memikul beban itu dipundaknya tanpa pernah berkeluh kesah …

    Selamat Hari Ibu …

  13. Ibu.. kan slalu mengisi hati dan ruang hidup
    membukakan mata melihat matahari..
    dan memberi arah kemana cahaya harus dituju…
    ibu.. ibu… ibu…

  14. WOOW…mas jujur great posting..
    selamat hari ibu…

  15. saya dapat memahami betapa repot peran sang ibu..
    setelah sibuk dengan anaknya belum lagi istirahat gantian bapaknya yang bikin kesibukan..:mrgreen:
    salam untuk Embun mas..

  16. satu kata untuk ibu
    Salut!!!

  17. Energi cinta dan kasih sayang membuat ibu mampu melakukan segalanya bagi anak yang lahir dari rahimnya. Ibu yang baik akan selalu berbuat yang terbaik bagi anak2nya.

    Salam buat seluruh ibu2 di nusantara…

    Salam,
    HALAMAN PUTIH

  18. sungguh, luar biasa kasih ibu pada kita. btw, nama anaknya keren deh…

  19. love u mom, selamat hari ibu, ibunda

  20. God…
    Mo nangis, orang2 di warnet lagi full. Apalagi ada si orang aneh yang suka godain itu. Jadinya cuma kedip2 mata nggak jelas, Bang.
    Seorang Istri dan seorang Ibu yang sangat luar biasa dengan ketabahan, ketegaran, kesabaran dan kemaklumannya tentang posisi seorang Ibu. Saya suka sekali kalimatnya…

    “Semua orang bisa memeluk, mencium, menggendong…semua bisa melakukan apa yang bisa aku lakukan terhadap Embun, tapi hanya aku, ibunya! Yang bisa memberikan ASI…bukan ibumu, bukan ibuku, bukan siapapun…”, pelan tapi pasti aku merasakan dinginnya air di pipiku.

    “…jangan gantikan peranku sebagai seorang ibu dengan sebotol susu…”, bisik ibu sang Embun.

    Salam buat Ibunya Embun ya, bang🙂

  21. aahh dedek kecil lucunya dirimu
    *komen ngawur*

  22. postingan yang semakin membuat perasaan lebih dalam untuk bisa menyayangi bunda tercinta, thanks 4 shared. salam untuk semua keluarga

  23. mengunjungi pagi hari para sahabat narablog sambil melihat jikalau ada info baru buat nambah wawasan serta ilmu, selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta di penghujung tahun, Selamat menjelang tahun baru 2010. Salam dari ruang hati terdalam

  24. salam pagiimet pagii^^
    terharu bri bacanya…met hari ibu

  25. Anak yang diberi ASI aja bisa jadi anak yang durhaka, apalagi nggak diberi ASI…🙂

  26. ibu emang hebaaaaat, euy.

  27. Hayo di update, bang!😀

  28. iya.. kenangan indah..
    saat ada ibunya anak.. dan anak..
    trasa penuh kasih… penuh haru.. penuh bahagia

  29. aku juga terharu baca kisah ini… pengorbanan seorang ibu memang tak bisa tergantikan bahkan mungkin dengan semua harta di dunia ini

  30. Happy early NEW YEAR 2010!
    Welcome the new day full of smiles and hope,
    Wish the world of blogger still victorious,
    More friendship and brotherhood,
    Wish all the best for us,
    Happy, happy, happy new year 2010!
    SELAMAT TAHUN BARU 2010!

    -tuteh-

  31. Selelah-lelah ibu, ia rela bangun jika anaknya menangis….

  32. jadi terharu saya bacanya

  33. Sapaan di tahun baru
    Salut dech buat bundanya embun, semoga anaknya jadi anak yang sholehah. Amin

  34. kok belum update mas…
    ayo semangaat yaap

  35. semuanya tetep semangat dalam berkarya… Jangn lupa tuk liat web kita…

  36. blogwalking Mas, numpang lewat. haha. salam kenal😀

  37. ibu yang sangan kuat 🙂

Trackbacks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: