Mabok!

****************************************************************************************

27/11/09,

Pukul 00.24

Lokasi : tempat biasa

Adegan : perencanaan pesta

Pemeran : bapak-bapak Perum Chrisan Indah

Pesta!!! Itulah yang kami rencanakan malam ini.

“Setuju semua?”

“Pasti!! “

“Oke, sekarang kita pulang aja dulu. Udah ngantuk. Jangan lupa besok ya!!”

“Sampai ketemu besok!! Kita berpesta!!!”

***

27/11/2009

Pukul 21.16

Lokasi : rumah

Adegan : aku terkapar tanpa daya

Pemeran : aku dan isteriku

Badanku terasa lemas, kepala pusing luar biasa. Darah menderu berdentum di dalam otak. Aku terkapar di ruang serba guna rumahku. Isteriku hanya memandang sambil mendengus sinis.

“Nggak ingat sama kata-katamu sebelum berangkat tadi? Huh! Ora sembodo!!” katanya.

“Aduhhh…kepalaku pusing…”

Ah, sudah terlalu lama aku nggak pesta seperti ini, sudah nggak kuat!

***

27/11/09

Pukul 17.57

Lokasi : teras depan rumah

Adegan : pamitan

Pemeran : aku dan isteriku

“Mah, papah berangkat dulu ya? Jangan lupa nanti malam sambut kedatangan papah. Pastikan Tesha udah pake pampers biar boboknya lama. Oke?”, kataku sambil memandang nakal.

Isteriku tersenyum, tatap matanya tajam penuh janji.

“Hehehe….”, aku terkekeh sendiri nggak jelas.

Dengan semangat aku keluar dari teras dan seperti yang sudah kami rencanakan semalam, tanganku tak lupa menjinjing tas plastik hitam. Nggak bakalan asik kalo nggak ada ini.

***

27/11/09

Pukul 18.01

Lokasi : tempat biasa

Adegan : pesta!!!

Pemeran : bapak-bapak Perum Chrisan Indah

Ternyata mereka sudah ngumpul semua. Komplit!

“Woi, sori agak terlambat! Belum mulai kan?” kataku sambil meletakkan tas plastik hitam itu di sudut.

“Santai aja, belum dimulai kok. Kang Kus baru bikin racikannya tuh”, kata Pak Nur sambil menunjuk Kang Kus yang sedang sibuk di pojokan.

“Kang, sudah siap belum bumbunya?” Pak Ahmadi berteriak ke arah Kang Kus.

“Sebentar lagi, anglonya mana? Kalau nggak ada anglo gimana bisa mbakar?”

“Baru diambil Pak Rohmani” jawab Pak Rouf yang sedang membuka tas plastik yang aku bawa tadi dan mengeluarkan daging kambing jatahku untuk dipotongi.

Tak lama kemudian semua sudah siap, dan kami langsung mulai pestanya. Pesta bakar dan santap sate kambing..!!!

“Pesta dimulai!!! Para isteri tunggu kami..!!!!”

***

28/11/09

Pukul 06.34

Lokasi : depan rumah

Adegan : berjemur bersama Tesha

Pemeran : aku, Tesha, Tegar, dan Sanjaya

“Gimana tadi malam? Daging kambingnya ngaruh kan? Mantab to? Pendapat isteri?”, tanya Sanjaya yang sedang jalan-jalan sama si Tegar yang baik-baik saja setelah dicakar kucing tempo hari. Kayak wartawan aja pertanyaannya.

“Nggak sempet…” jawabku singkat.

“Lho kok bisa?!”

“Sampai rumah langsung terkapar aku, nggak bisa ngapa-ngapain”

“Memangnya kenapa?”

“Mendem wedhus!” jawabku kesal.

“Hahahaaa… Mabok daging kambing? Kepala puyeng? Hahahaaa… Kebanyakan sih kamu makannya…!!!”

“Asshh…embuh..!!!”, diiringi gelegak tawa sang manusia Medan aku masuk kembali ke dalam rumah, disambut tatapan dingin isteriku.

“Maaf….”

****************************************************************************************

Saya bersama keluarga mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Adha

kepada sahabat-sahabat Muslim di seluruh dunia.

43 Komentar to “Mabok!”

  1. Hidup pertamaaaxxz

  2. Untung gak mabok laut

  3. mas linduaji sudah periksa tekanan darah ke puskesmas? hihihi.. mama tesha sudah senyum manis lagi kan🙂

  4. Walahhhh sampe sekarang saya pusing2 sama badan pegelll semua. Padahal lokasi kita berbeda ya ha ha

  5. numpang page one….
    haram tuh mabok gan… he he
    ijin nyimak

  6. mabok laut darat dan udara
    he he he

  7. mabok si kalau seX X ga napa asal jgn keterusan….,

  8. itu kebanyakan Mas daging kambingnya sehingga daya tahan tubuh tak sanggup menopangnya

  9. Bapak-bapak sih… makannya gak bagi2 sama ibu2nya tuh…
    Jadi pusing ‘kan…🙂
    Hati2 mas, ntar Tesha-nya kekeringan kalo dijemur lama2…🙂

  10. sdh mabok.. nggak tersalurkan lagi ha..ha…
    biasa toh mas, penyakit tahunan.. begitu lihat banyaknya daging maunya menyantap sebanyak2nya.. lupa betapa pentingnya pengendalian diri…

  11. sebanyak apa sih makan sate kambingnya sampe bisa mabok gitcu?

  12. met Idul Adha bang…
    semoga semua amal dan ibadah kita
    menjadi buktipengorbanan yang tulus
    demi jiwa kita, demi hidup kita di hadapan Nya..
    amiin

  13. Enthek piro nganti mendhem weduss ?????????????????????

  14. baru sekedar membaca. belum berkomentar🙂

  15. Untung nggak disiram bumbu sate sama teman sebelah mas.
    Harusnya pesta dilanjutkan di ruang serbaguna kok malah mendem,padahal sparing partner sudah siap-siap juga tuh.
    salam hangat tanpa mendem dari Surabaya

  16. Wah tujuannya pesta buat ‘itu’ toh? hihihihih

  17. wakakakakakkkk…. kasihan istrinya tooo….besok2 di sempet2in mas biar tatapan istri jadi hangat…

  18. huwakakakakak yang kutau ntu mendem wedokan, mendem ngombe, nah ini mendem wedhus…… wkwkwkwkwk

  19. emang ngaruh ya sama daging kambing??:mrgreen:

  20. Menyapa sahabat di pagi hari,

    Salam Damai di Bumi, and Have a Nice Day

  21. wooaahh mabok, benar-benar mabok dengan kambingnya

  22. Salam Pagi,

    Mentari telah muncul dan senyum, semoga indah hidupmu hari ini. Selamat berkarya dan tersenyumlah.
    Karena kita masih diijinkan bersapa di hari ini.

    Keep Smile

  23. hua ha ha … padahal makan sate kambing gak bikin mabok …

  24. hahahahaaaa. . . mabok” an😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: