Hama Kucing

Sore yang indah selepas langit mengusir awan hitam dari pangkuannya, dan memaksa mereka turun ke bumi berbentuk air yang dengan terpaksa jatuh merintik. Hujan lebat telah melintas dan meninggalkan jejaknya dimana-mana. Sialnya, 50% jejak mereka tertinggal di sepeda motorku. Kotornya minta ampun. Lumpur dimana-mana.

Maklumlah kalau rumah di pinggir sawah dan harus melalui berjuta kubangan sebelum sampai di teras depan. Pulang ke rumah adalah sebuah kata penuh perjuangan bagi kami, terutama saat hujan melebat seperti ini.

Setelah hujan reda dengan sedikit terpaksa aku putuskan untuk mencuci motor sebelum dimasukkan ke garasi. Sayang lantainya kalau dengan kondisi sedemikian rupa motor langsung masuk garasi. Jadi berlumpur nanti lantai garasinya.

Garasi kami adalah sebuah ruangan berukuran 3 x 4 yang merangkap sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang untuk bersantai, kalau siang berubah menjadi ruang bermain+tidur siang untuk tesha, dan menjelang malam tiba menjadi tempat aku melepas kantuk setelah aku digusur dari kamar utama oleh kehadiran tesha, bidadari kecilku. Home sweet home…🙂

Siapa bilang home? Kan masih ngontrak…

Suara siapa itu? Dasar penghasut!!!

Saat sedang asik-asiknya mencuci motor itulah tiba-tiba teriakan tangis seorang anak kecil mengalihkan perhatianku. Spontan aku berlari mencari sumber suara. Di sana terlihat beberapa orang anak kecil sedang berkerumun di depan pintu gerbang rumah tetanggaku. Sedang apa mereka? Jam segini rumah itu masih kosong, penghuninya belum pada pulang.

Namanya adalah Tegar. Seorang anak asli Medan. Kedua orang tuanya adalah perantau-perantau gagah dari tanah Sumatera yang mencoba peruntungan mereka di Jawa. Sesuai dengan namanya dia memang seorang anak yang tegar, jarang nangis, tahan banting, tahan sakit, dan namanya sudah lumayan tenar di kampung kami.

Pernah waktu ada rapat kampung, ada suara berdebuk benda bernyawa jatuh. Dari suaranya saja sudah bikin nyeri bagi yang mendengarkan. Langsung saja ruang rapat  jadi berisik gara-gara suara tadi.

“Siapa yang jatuh?”, teriak seorang dari kami dengan nada khawatir.

“Tegar…!!” jawab anak kecil dari luar rumah.

“Ooooo….” serentak peserta rapat ber-oooooo ria.

“Kalau Tegar yang jatuh nggak papa…”, bukannya kami nggak suka dengan Tegar tapi anak ini memang terkenal bandel dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih dari anak-anak lain. Kalau saja yang jatuh bukan Tegar, pasti rapat akan diskors dan semuanya akan berserabutan keluar melihat kondisi si anak. Tapi itu tidak berlaku untuk Tegar. Karena kami yakin dia baik-baik saja.

Dan rapatpun dimulai lagi…

Sore itu aku lihat dia menangis di dalam halaman rumah kosong yang pagar depannya digembok dari luar.

Kok anak ini bisa ada di sana? Memanjat pagar?

Dia terlihat menangis sambil memegangi tangannya yang sedikit berdarah.

“Kenapa kamu?” Tegar tidak menjawab hanya berjalan mendekat ke pintu pagar, salah satu anak yang lain berkata kalau Tegar dicakar kucing.

“Kok bisa?”

“Dia mau menangkap kucing yang nyolong makanan di rumahnya, Oom. Tapi malah dicakar…” jawab mereka.

Dan hanya, “Oooooooo…..” yang bisa kuucapkan untuk Tegar si anak Medan.

40 Responses to “Hama Kucing”

  1. maaaass, lihatin dulu dong digigit engga?!!
    nanti bilang ke ortunya agar bawa tegar ke puskesmas
    **mudah2an bukan kucing gila**

    • nggak digigit kok bun cuma dicakar🙂
      kalaupun kucingnya gila nggak bakal nular, kan saya sudah bilang kalau si tegar ini punya daya tahan tubuh yang luar biasa🙂

  2. kucing udah nyolong nyakar pula.
    Yang heran ya hanya ooooo aja. Saya setuju tuh sama Bundo, walau dicakar ati-ati dunk.
    Saya trauma sama anak sakit😦

    • iya ya? saya jadi ikutan khawatir.
      habis saya gendong dia nglompatin pagar, dia udah diam dan main2 sama temen2nya lagi jadinya ya nggak berpikiran buruk. mudah2an aja ndak ada efek panjangnya.
      orang tuanya sudah saya kasih tahu kok tadi malam pas nongkrong bareng di pos.

    • tambahan : anak saya juga lagi sakit mas. batuk, cuaca memang sedang tidak mendukung.
      cepat sembuh ya sayang…

  3. Nasib si Tegar nih…ga terlalu diperhatiin sama tetangga🙂
    Mudah2an bekas cakarannya gak impeksi:mrgreen:
    Tesha cepat sembuh ya… mudah2an ortumu sabar ngerawat dirimu…🙂

    • kami memperhatikan juga lho mbak, tapi memang dibandingkan anak lain dia yang paling ‘tahan’ jadi kalau jatuh bangun sendiri, apa-apa sendiri kalau yang lain kan banyak yang jatuh terus nangis dan kalau tidak diangkat tidak mau bangun sendiri.
      saya pribadi malah salut sama ini anak. nakal, aktif tapi sembodo (bahasa indonesianya apa ya?)🙂

      tesha bilang : makasih ya tante…papah mamah tesha baik kok🙂

  4. Anak-anak kek begini biasanya kurang mendapat perhatian dari ortu dan lingkungannya. Mungkin lantaran terlalu aktif, ya?

  5. haha saya waktu kecil juga pernah dicakar kucing.. dan orang2 cuma bilang “ooo” haha😆

  6. semoga saat ini sudah sembuh y bang
    salam hangat selalu

  7. nggak dibalas cakar kucingnya ya.. eh gak punya cakar ding si Tegar ya

  8. Waduh, seberani-beraninya saya sama anjing, lebih takut saya menghadapi kucing sekecil apapun dia. Bagi saya kucing itu tampak mistis dan tak mudah dikalahkan…:)

    • sedikit banyak saya setuju mas. kucing itu diam-diam menghanyutkan mas. nggak seperti anjing yang cenderung ‘rame’ kalau kucing wibawanya itu lho. luar biasa. kalau diibaratkan kucing itu = mafia, kalau anjing seperti apa ya?🙂

  9. Oooooooo… hahahahah

  10. OOoooooooo….kasihan juga ya ? 😆

  11. nyolong + nyakar !
    parah ntu kucing !

  12. tegar ngejar kucing krn sifat sembodonya kali tuh. ia diminta ibunya jagain makanan, eh kok kemasukan hama kucing. sbg anak yg bertanggung jawab, ia berusaha menangkap si pencuri makanan. jebulnya kucingnya mencakarnya..
    tegarlah nak..🙂

  13. hehehe..namanya juga anak kecil…maklum…^^

  14. Bahwa mencuri adalah dosa, makanya meskipun kucing pun dikejar juga. Sudah tahu salah mencuri malah nyakar … DASAR KUCINNGG !
    Terarlah kau nak …

  15. Anak kecil memang suka sekali sama hewan rumah, anak saya juga senang mas sama Jago. malah pernah, waktu main di teras mau pegang luwe si kaki seribu. iiiih, geli sekali. untung, nggak jadi di pegang karena ketahuan. kalau kucih mah kudu hati2, lagi musim rabies mas

  16. yang paling bahaya kucing garong. hi hi kalo kucing garong kemana2 bawa uang ratusan rebu

  17. wah anak sayah dah berulang kali tuh digigit dan berulang kali nangis…tapi tetep ajah dia peluk-peluk kucingnya…😀

  18. Ahahahaha… ngomen ini dulu :

    Siapa bilang home? Kan masih ngontrak…
    Suara siapa itu? Dasar penghasut!!!

    Hahahaha… nyelip2 gitu, bikin kaget😀 lucunya spontan😀 nggak pake uhui… :p

    Btw pengen seperti Tegar. Sesuai ama namanya… TEGAR! :p

  19. wahhh…saya nggak suka deket2 kucing, gak tau napa dari kecil nggak suka.

  20. salut deh dengan kebalnya Tegar…@ Tesha: batuk pilek ya….salman juga…jadi sedih niy…cepet sembuh ya sayang

  21. wah…semoga selalu di beri ketenrtraman dan kenyamanan keluarganya bang……klo masalah kucing…di piara aja….doa kucing tuh tulus loh…..hehe

  22. kunjungan diam-diam kayak kucing… hidup Tegar, eh… hidup kucing.

  23. Kucingnya perlu ditatar tuh jangan asal cakar🙂

  24. Saat tegar sudah pandai membaca, dia tentu tersenyum membaca postingan ini..

  25. Tegar… Tegar… Tegarkan hatimu, Nak🙂 Makanya, walaupun Tegar, kan namanya masih anak2. Mestinya tetap dilihat dong kalu dia jatuh. Hehehe…
    Moga saja ini bukan kisah nyata🙂

  26. malam malam blue tetap datang memberi semangat
    salam hagat selalu
    pa cabar

  27. Mas, mau nerusin award nih… Silakan diambil di blog saya ya…🙂

  28. Tegar…Tegar…
    Aduh, gimana mo kumen nih.
    Njang jelas nih, klo saya punya tetangga seperti Tegar, saya apakan ya❓
    hehehe vissss

  29. Wah tapi tetap kan kasian juga, dia jatuh pasti ada sakit nya, bukan dia kuat namanya juga anak kecil yang senang bermain …

Trackbacks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: