write and share : menonton bioskop di kayangan

Hari sudah menjelang sore ketika janda tua diajak sang malaikat memasuki sebuah ruangan bioskop. Nggak ada penonton lain cuma dia dan sang malaikat. Filmnya sadis, ceritanya nggak jelas, adegannya cuma kekerasan terus. Dia nggak suka. Tapi dia sungkan terhadap sang malaikat yang duduk diam di sampingnya.

Oke. Kita stop dulu. Kalian mungkin bingung dengan adegan di atas. Kok bisa seorang janda tua diajak nonton sama malaikat. Apa ya ada bioskop di kayangan sana? Aneh…🙂

Sebenarnya ini adalah salah satu kisah yang pernah didongengkan oleh almarhum ayah saya dulu. Dan dari cerita ini ada sebuah pelajaran yang saya dapat. Memang ayah saya suka memberikan suatu pengertian dan filsafat tentang kehidupan melalui cerita tanpa menjelaskan secara langsung apa maksudnya. Tapi hal ini ada baiknya juga bagi saya.

Satu : namanya dongeng pasti menghibur kan? Dua : saya bisa belajar untuk berpikir dan mengambil satu kesimpulan sendiri dari kejadian ataupun cerita yang saya dengar. Tiga : pelajaran didalamnya jadi lebih membekas di hati daripada kita hanya disodori dan digurui dengan makna yang sudah jelas.

Kembali ke cerita, supaya nggak bingung mungkin sebaiknya diulangi lagi dari awal saja yah…

Alkisah, hiduplah seorang janda tua bersama seorang cucu laki-lakinya. Anak dan menantunya sudah lama meninggal tatkala si Lanjar (nama sang cucu) masih kecil. Mereka hidup hanya berdua. Si Lanjar merupakan satu-satunya alasan mengapa sang janda tua masih mempertahankan hidupnya. Dia sangat sayang dengan si Lanjar cucunya ini.

Walaupun kehdupan mereka miskin dan sangat super sederhana. Tapi kehadiran si bocah Lanjar merupakan sumber kebahagiaan di rumah rombeng mereka.

Sampai hari itu datang! Kejadian yang merubah kebahagiaan janda tua menjadi sebuah kemarahan yang maha dahsyat. Kemarahan terhadap segala sesuatu yang ada. Terutama terhadap Tuhan.

Ya, dia luar biasa marah terhadap Tuhan. Dia adalah seorang yang rajin beribadah, berdoa bukan hanya sebuah kewajiban baginya tapi sudah merupakan kebutuhan. Demikian juga dengan Lanjar, janda tua senantiasa mengajari Lanjar untuk cinta dan taat terhadap Tuhan. Namun demikian mengapa Tuhan memberikan dia hukuman seperti ini?

Lanjar mati! Mengapa Tuhan mengambil nyawa Lanjar di saat Lanjar masih kecil? Di saat Lanjar merupakan satu-satunya sumber kebahagiaan bagi dia? Mengapa Tuhan memberikan hukuman sedemikian rupa kepada umatnya yang taat?

Dengan modal kemarahan dan rasa tidak terima dengan perbuatan Tuhan, janda tua kemudian bertekad untuk mencari dan menemui Tuhan. Dia ingin menuntut Tuhan dengan perlakukanNya itu.

Janda tua merantau sampai ke seberang benua untuk mencari jalan menuju kayangan. Tempat yang dia yakini sebagai kediaman Tuhan.

Segala ilmu dia pelajari. Dan singkat kata, suatu hari dia berhasil sampai di pintu kayangan. Seorang malaikat berjalan pelan menghampirinya, dan bertanya kepada janda tua.

“Wahai engkau janda tua, mengapa kau begitu nekad dan bersikukuh untuk datang ke kayangan?”

“Aku ingin menemui Tuhan!”, katanya ketus.

“Untuk apa kau ingin menemui Tuhan?”

“Aku ingin menuntut. Aku ingin penjelasan mengapa Tuhan mengambil nyawa Lanjar. Dia anak yang baik dan taat, dan dia adalah milikku satu-satunya di dunia. Mengapa Tuhan tetap saja mengambilnya dariku?”

Malaikat tidak menjawab. Dia hanya meraih tangan keriput sang janda tua dan menuntunnya masuk ke dalam sebuah ruangan bioskop.

“Duduklah, film akan segera dimulai”, kata sang malaikat.

“Apa-apaan ini? Aku jauh-jauh datang kesini bukan untuk menonton bioskop! Aku ingin bertemu dengan Tuhan. Apa kau tidak tahu kalau aku sedang marah?”

“Sabarlah sebentar lagi. Kita tonton dulu film ini dan setelah itu terserah kalau kamu masih ingin bertemu dengan Tuhan”, kata sang malaikat.

Dan filmpun dimulai. Film yang sama sekali tidak menghibur! Bisik hati janda tua. Di dalamnya hanya ada adegan kekerasan dan kebrutalan saja.

Adegan pertama terlihat seorang remaja yang  sedang mencuri, kemudian dengan hasil curiannya dia berpesta dengan beberapa kawannya. Mabuk-mabukkan ditemani beberapa orang lonthe. Menjijikkan!

Adegan berikutnya lebih parah lagi. Di sana terlihat seorang pemuda dengan tampang bengis sedang membantai sebuah keluarga dengan sadis. Di mulutnya terlihat seringai keji. Dia menikmati aksinya ini.

Akhirnya janda tua tidak tahan, sorot mata sang pemuda sadis menusuk hatinya.

“Hentikan!!! Aku tidak mau melihat lagi, kenapa film seperti itu kau tontonkan padaku? Hentikan!!!” jerit janda tua.

Dan seketika itu juga film berhenti.

“Mengapa? Mengapa kau memperlihatkan film itu padaku? Apa maksudmu?”

Tersenyum malaikat itu berkata, “Kau tidak kenal siapa pemuda di film itu?”

“Tidak!!! Saya tidak mungkin mau kenal dengan orang sejahat itu. Dia adalah penjahat keji. Mengapa Tuhan membiarkan kejadian seperti itu? Sedangkan Lanjar yang baik dan taat malah dia ambil nyawanya. Tapi kenapa pemuda sejahat itu Dia biarkan merajalela dan membunuhi orang sedemikian rupa?”

“Tuhan punya alasan atas semua keputusannya…”

“Tapi keputusannya kali ini salah! Dia tidak adil! Dia membunuh Lanjar yang baik sedangkan orang itu dia biarkan hidup…”

“Orang yang ada di film itu tadi adalah Lanjar. Ya, dia adalah Lanjar masa depan. Dia berubah…”

“Tidak mungkin…Lanjar kan baik….” tersentak janda tua tidak percaya ucapan sang malaikat.

“Orang itu memang Lanjar, setelah besar nanti dia tidak lagi baik. Dia menjadi jahat seperti yang telah engkau saksikan…”

Janda tua terdiam lemas…

“Tuhan itu baik. Dia tahu bahwa engkau adalah seorang yang rajin beribadah dan selalu bersikap baik terhadap sesamamu. Oleh karena itulah Dia tidak mau Lanjar, cucu kesayanganmu berubah sedemikian rupa dan menghancurkan hatimu. Tuhan tidak mau menyakitimu karena Tuhan sayang padamu…”

Janda tua tak mampu berkata-kata. Dia hanya terduduk tenggelam dalam isak tangis…

“Dan saat ini Tuhan memberikan engkau pilihan. Tuhan akan menghidupkan lagi Lanjar jika engkau mau…”

“TIDAK!!!”, janda tua yang tadinya duduk diam itu langsung berteriak, “Jangan hidupkan dia lagi…aku tidak mau melihat Lanjar tumbuh menjadi orang dalam film itu…memang Tuhan benar…dia lebih baik mati daripada menjadi pembunuh…”

Sang malaikat tersenyum bahagia, “Hatimu memang mulia wahai janda tua…”

Begitulah dongeng almarhum ayah kepadaku. Dan dari dongeng tadi saya mendapat beberapa pelajaran yang bermakna bagi kehidupan ini. Semoga saja sedikit write and share dari saya kali ini juga membawa kebaikan bagi kalian. Bukan begitu?

Salam🙂

30 Komentar to “write and share : menonton bioskop di kayangan”

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada kita. Kita saja terkadang yang gak mengerti atau gak mau mengerti

  2. *menyambung komen mas alam*

    kita juga sering tertutup dengan berkat dari Tuhan tersebut.

  3. Pelajaran menarik …

  4. Dongeng Disitu,bisa saya ambil kesimpulan,Apapun kejadian adalah taqdir walaupun taqdir itu hanya kita yang harus merubahnya..
    Namun apun yang telah ditaqdirkan Tuhan ,pasti ada sebab dan akibatnya…
    Begitu kira-kira..

    • gitu juga bisa…🙂
      setiap dari kita punya pendapat masing2…dan itulah yang bikin dunia indah bukan? bagaimana kita menyikapi perbedaan. itulah yang penting…

  5. dongeng yang menarik dan mengandung hikmah bagi yg mau mengambil teladannya. betapa seringnya kita menghujat tuhan, ketika kita mendapatkan suatu kemalangan/kesedihan. jika dikaji lbh dalam lagi, ternyata tuhan sangat sayang kepada kita

  6. Tiada bosan bosannya mengajak sahabatku untuk melangkah….

    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

  7. LINK sudah di adddssss.. ma kasih yaaaak
    salam sayang

  8. dooooooooooooooh.. manstaaaabs.. penuh makna..

  9. sdalam kenal bro mantappp

  10. semoga dapat mendapat pencerahaan…

  11. Dongen yang sederhana.
    Tapi tak se-sederhana makna yang terkandung dalam dongeng itu.
    Thanks bro….

  12. Dibalik setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya.
    Mudah-mudahan kita bukan termasuk orang-orang yang suka marah kepada Tuhan…🙂

  13. keren bgt nih, dan mudah2an tulisan di atas itu bisa jadi ‘pelajaran’ buat kita..

  14. Sangat meng-inspirasi….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: