mengatasi polusi dan kemacetan jakarta

Saya bukan penduduk Jakarta, tapi saya adalah salah satu dari mereka yang cukup peduli dengan polusi dan kemacetan di Jakarta. Sebagai ibu kota negara, Jakarta bagi saya jauh dari kata memadai. Lihat saja polusi yang ada, darat laut udara semuanya sudah terpolusi dengan begitu sempurnanya. Apalagi tingkat kemacetan, saya yakin semua juga sudah paham bukan?

gambar dipinjam dari alamendah

gambar dipinjam dari alamendah

sumber gambar : metro.vivanews

Sebelum saya mengutarakan ide-ide saya untuk mengurangi tingkat polusi dan kemacetan harus saya tegaskan di sini bahwa saya sama sekali bukan ahli sosial ataupun ahli lingkungan. Jadi kalau nggak cocok ya maaf.  Namanya juga usaha….

First thing first (benar nggak ya?), penyebab dari polusi udara dan kemacetan kurang lebih adalah SAMA. Keduanya dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan bermotor apalagi yang sudah tidak layak pakai sampai asap knalpotnya aja sehitam kertas hitam yang dihitamkan (aneh ya istilahnya? you know what i mean lah pokoknya)

Nah! Jadi logikanya kalau kendaraan bermotor di Jakarta dapat berkurang pasti dong tingkat kemacetan dan polusi juga berkurang. Iya kan? kayaknya sih ya memang begitu…

Lanjut…

Sekarang tinggal bagaimana caranya untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang eksis di jalanan.

Kendaraan kan butuh bahan bakar bukan? jadi kenapa nggak bahan bakarnya aja yang harganya dilipatgandakan? Lebih jauh lagi, tol dan juga tempat parkir dibikin semahal mungkin. Dengan begitu mereka kan jadi males keluar pake mobil…

Tapi dengan begitu masyarakat berontak dong? Terus demo dong?

Tunggu dulu! Belum selesai mas, mbak…

Kenaikan harga yang berlipat ini dikenakan tidak kepada semua penduduk. Khusus kendaraan umum (angkot, bus, dll) harganya tetap atau malah dibikin murah.  Dengan demikian para sopir dan masyarakat kecil pada umumnya terutama mereka yang sudah muak dengan kondisi Jakarta akan tetap mendukung.

Kenaikan harga ini hanya khusus  untuk mobil-mobil pribadi!

Pasti dong mereka yang punya mobil hanya untuk sekedar gengsi jadi berpikir 157kali untuk mengeluarkan mobil dari garasi (itu juga kalau mereka punya garasi). Mereka pasti lebih memilih naik angkutan umum yang tarifnya juga jadi murah karena harga bahan bakar untuk angkutan umum dibikin murah.

Kalau bahan bakar untuk angkutan umum dibikin murah berarti rugi lagi dong?

Nggak juga karena kerugian dari penjualan terhadap angkutan umum dapat ditutupi dengan penjualan bahan bakar kepada mobil-mobil mewah yang seperti disebut di awal tadi.

Menurut saya sih kalau dalam prosesnya diawasi betul. Pasti deh dapat berjalan.

Karena harga bahan bakar mahalnya luar biasa, mereka yang setengah kaya, sok kaya atau yang pura-pura kaya pasti akan mundur mempensiundinikan mobil-mobil mereka. Dan memilih angkutan umum.

Hasilnya? Jalanan jadi lebih sepi, kemacetan berkurang, dan otomatis polusi juga berkurang.

Setelah itu tinggal memperbaiki fasilitas angkutan umum supaya pelayanannya juga memuaskan. Dan tidak mengecewakan warga.

Tapi kalau angkutan umum sudah diminati sampai penuh, jangan sampai ada pelecehan di atas angkutan lho ya?

Gimana? Ide saya cukup masuk akal bukan?

Jenius kan?

Hahahahahahahaaaa…….

Tunggu gebrakan dari saya berikutnya!

35 Responses to “mengatasi polusi dan kemacetan jakarta”

  1. saya setuju tuh dengan usulan sampeyan Mas. Pajak mobil pribadi dan BBM ditinggikan tapi fasilitas umum dipermurah dan dipernyaman. Selama ini menggunakan angkutan umum males karena gak nyaman. Buswaypun mulai gak nyaman.
    Yang lainnya ya pemerataan penduduk melalui pemerataan pembangunan. Memang masalahnya kompleks, namun jika pemerintah mau harusnya mampu.
    Trims artikelnya yang menarik ini. Salam

  2. Salam Takzim
    Izin Pertama Dulu

  3. Selamat Idul Fitri 1430 H.
    Minal aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam hangat dari Surabaya

    saya juga 7 tahun dinas di jakarta, macet tiada akhir. Biangnya memang pada kendaraan yang jumlahnya makin banyak. setuju dengan ide sampeyan mas

  4. Sepertinya kalo semua pada ninggalin mobil dan motor pribadi dan beralih ke angkutan umum, giliran angkotnya yg bermasalah Mas, jumlahnya yg masih sangat kurang dan utk pengadaan sekedar mencukupi Jakarta saja sudah butuh trilyunan rupiah, belum lagi peningkatan kriminalitas. Banyak masalah yg harus diantisipasi pokoknya. Tapi idenya okey kalau bisa dijalankan sih.

    • wah…saya nggak berpikir kalau biaya pengadaannya sebanyak itu. :-p
      tapi kemacetan juga merugikan secara luar biasa lho. tahun 2008 aja kerugian akibat kemacetan di jakarta mencapai 28.1triliun, padahal APBDnya cuma 20.59triliun.
      itu dari materi, belum rugi waktu, polusi, kesehatan, dll.

      salam

  5. rasanya jika bbm yang dinaikan masih bisa diakali, mereka bisa minjam tanki mobil angkutan umum untuk isi bbm (angkot yg isi fulltank, trus disedot). Menurut saya, dibuat peraturan bahwa kedaraan maksimal usia 5 tahun, setelah itu pajaknya 10x lipat pertahun dan terus bertambah … jadi polusi akan berkurang karena knalpot mobil cuma berasal dari kendaraan baru yg otomatis lebih terawat .. (wealah panjang amat … )

    salam, tetap semangat ..

    • sempat terpikir juga seperti itu. kemarin aja waktu tidak boleh beli bensin bawa jerigen. temen saya (bukan saya lho) juga pake cara itu. bolakbalik fulltank-sedot, fulltank-sedot…

      cara itu juga mantaf tuh! biar udara jadi bersih dari asap hitam!

  6. kayanya belum ada upaya serius dari pemerintah untuk mengatasi polusi di Jakarta.

  7. Emang sarana angkutan masal dan fasilitas umum meski diperbanyak dan dipermurah serta dengan kualitas (dan pelayanan) yang meningkat. Jika ini dilaksanakan saya yakin yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi dengan suka rela akan beralih menggunakan angkutan umum.
    So, pangkjal permasalahan bukan memaksa warga untuk beralih tetapi pemerintah yang menyediakan angkutan umum yang berkualitas.

    • masalah ini rumit juga. karena banyak fasilitas umum yang pernah layak tapi dirusak juga sama masyarakat.
      tapi memang seharusnya seperti itu, hanya saja dana untuk angkutan umum sudah terlalu banyak yang dikorupsi ?😦

  8. waduh tak hanya pemerintah saja yang harus disalahkan, masyarakat juga kenapa membeli kendaraan dengan jor joran,

  9. emang lebih baik subsidi silang yang kaya mbantu yg miskin jangan disama ratakan bisa2 KO deh

  10. Memang sih…. ini sulut terlaksana….. tapi yang paling penting itu kesadarannya sendiri dari masing2 orang….

  11. mang dah parah kemacetan di jakarta, sumpek liatnya, bukan cuma kendaraannya yang harus diatur, tapi tata kota dan sebagainya, coba aja liat didaerah2 yang ada pintu tol terutama jakarta selatan, lalu lintas mirip benang kusut, mau masuk tol aja biki yang lain ikut macet, lucu tu yang bikin aturan ga mikir apa ya, orang yang mau masuk tol malah pengendara lain kena batunya

  12. Ya, ide yang masuk akal. tinggal merekanya saja. Siapkah mereka naik angkutan? terutama yang berduit dan biasa kemana-mana dengan mobil pribadi dan ditemani sopir. salam kenal juga dari Surabaya. Terima kasih telah mengunjungi blog saya

    • kalau kenyamanan angkutan umum memadai saya rasa mereka mau.
      tapi kalau tidak ya silahkan pake mobil dengan konsekuensi biaya bahan bakar, tol, dan lain2 yang mahal.

  13. yah begitulah jakarta bung. tapi kebanyakan dari kita hanya mampu bertukar ide atau menyampaikan ide, lha bagaimana dengan menjalankan ide? yang jelas sih semua harus dimulai dari diri sendiri. budayakan kebiasaan bersih, jika bersih udah menjadi kebiasaan, maka otomatis akan menghindari polusi dan menghindari juga membuat polusi.

    heehehe,.. sekian tanggapan dari saya,..

  14. kalau ngak macet ngak rame mas….

    kalau lihat posisi busnya spertinya tu supir si ucok dari medan……wakakak

    salam

  15. Sampai kita meninggalpun belum tentu angkutan umum di Jakarta membaik.

    Solusi mengatasi kemacetan di Jakarta adalah memindahkan ibukota negara dari Jakarta seperti yang pernah dilakukan AS, Australia, Jepang, Brasil, Malaysia, dan Indonesia sendiri juga sebetulnya pernah memindahkan ibukota ke Yogya.

    http://infoindonesia.wordpress.com/2007/11/08/sumber-kemacetan-di-jakarta

  16. Ide yang bagus mas….. tapi apakah bisa dilaksanakan (applicable), saya mencoba melihat dari sudut pandang yang lain, yaitu …sudah menjadi rahasia umum kalau MOBIL sudah menjadi ukuran status/harga diri/gengsi di Jakarta… (coba tanyakan dari hati ke hati ….) kepemilikan rumah itu nomor 2 …. (krn bisa ngontrak…). Nah, mau HARGA BERAPAPUN mobil di Jakarta… warganya PASTI bisa beli…. karena gengsi membuat orang akan melakukan segalanya…dan uang bia diperoleh dengan cara apapun….Menurut saya..program busway, subway..atau helikopterway…Jakarta akan selalu begitu…MACET TERUSSS DAN TERUUUSSS. Kita perlu sebenarnya Gubernur sekaliber almarhum Bang Ali….tegas, punya visi dan berani….

  17. ngeselinnya angkutan umum di Indonesia tuh, adanya sistem “ngetem” hahaha
    di luar negeri angkutan umum mah gak pake ngetem, cuman di indonesia yg ada ngetemnya hahaha

  18. wahhh kasian mobil itu😀

Trackbacks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: