ketika aku ingin menulis sesuatu, kenapa kata ‘ketika’ selalu yang pertama melintas di benak?
apa iya ndak ada kata lain yang bisa kugunakan?
atau karena koleksi kata2ku sudah rusak dan tidak berbekas lagi selain kata ‘ketika’?
ketika…kata ‘ketika’ menguasai, aku lantas berhenti, dan urung melanjutkan tulisan, karena aku sudah bosan dengan ‘ketika’
‘ketika’ membuatku tumpul. .
‘ketika’ membuatku dangkal..
tapi, ketika aku mencoba lagi dan lagi2 ‘ketika’lah yang mendominasi tulisanku, aku tak peduli dan tak mau ambil pusing…
aku teruskan menulis dengan coretan yang penuh dengan kata ‘ketika’ karena aku sudah tidak mau dibatasi, biarlah ‘ketika’ menjajahku..
ketika aku hanya punya ‘ketika’..aku akan gunakan ‘ketika’ semaksimal mungkin..
ketika tidak ada kata lain yang datang, aku hanya akan manfaatkan apa yang ada…
karena aku sudah bosan menunggu, biarlah aku berkarya dengan sederhana, seadanya saja…
‘ketika’ selalu setia menyertaiku, tidak perlu aku ganti dengan kata lain yang lebih indah…







