Ketika Dikuasai Ketika

ketika aku ingin menulis sesuatu, kenapa kata ‘ketika’ selalu yang pertama melintas di benak?

apa iya ndak ada kata lain yang bisa kugunakan?

atau karena koleksi kata2ku sudah rusak dan tidak berbekas lagi selain kata ‘ketika’?

ketika…kata ‘ketika’ menguasai, aku lantas berhenti, dan urung melanjutkan tulisan, karena aku sudah bosan dengan ‘ketika’

‘ketika’ membuatku tumpul. .

‘ketika’ membuatku dangkal..

tapi, ketika aku mencoba lagi dan lagi2 ‘ketika’lah yang mendominasi tulisanku, aku tak peduli dan tak mau ambil pusing…

aku teruskan menulis dengan coretan yang penuh dengan kata ‘ketika’ karena aku sudah tidak mau dibatasi, biarlah ‘ketika’ menjajahku..

ketika aku hanya punya ‘ketika’..aku akan gunakan ‘ketika’ semaksimal mungkin..

ketika tidak ada kata lain yang datang, aku hanya akan manfaatkan apa yang ada…

karena aku sudah bosan menunggu, biarlah aku berkarya dengan sederhana, seadanya saja…

‘ketika’ selalu setia menyertaiku, tidak perlu aku ganti dengan kata lain yang lebih indah…

Kaitkata: , , ,

9 Komentar to “Ketika Dikuasai Ketika”

  1. waw…. nice one…..

    tapi jangan sampe tulisannya itu isinya cuma kata “ketika ketika ketika ketika ketika . . .” hehehehe….. :mrgreen:

  2. ketika aku menulis komen inipun kata ketika menguasiku :D

  3. huahua ketika aku mampir akupun meninggalkan jejak disini. tetap berkarya dengan ketikamu :) )

  4. Karena kita cenderung menulis dengan diawali penunjuk waktu.
    Untung saja bukan “pada suatu hari” yaa… :D

  5. mudah2an ketika cuma muncul pas dibutuhkan aja mas..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.