Kho Ping Hoo. Itulah namanya, seorang penulis cerita silat yang sudah malang melintang di dunia persilatan Indonesia selama puluhan tahun. Beliau sudah menghasilkan ratusan judul cerita, baik yang bersetting Tiongkok maupun Jawa.
Mungkin sedikit dari generasi muda yang tahu siapa dia, tapi coba tanya Bapak Ibu kita. Hampir bisa dipastikan mereka tahu siapa itu Kho Ping Hoo.
Penulis yang pernah mengalami masa-masa krisis ekonomi dalam hidupnya ini mulai menulis sesaat setelah dia membaca cerita silat di salah satu media massa dan hatinya berteriak “aku bisa buat cerita yang lebih bagus dari ini!”
Dan sejak saat itulah iseng-iseng dia bikin cerita dan kemudian dikirimkan ke salah satu media, dan hasilnya? Permintaan membanjir!
Kemudian beliau punya ide untuk membukukan cersil (cerita silat) karyanya. Sampai akhirnya dia memiliki sebuah percetakan sendiri.
Karya-karyanya selalu mampu membius pembaca. Pengalaman pribadiku : aku kurus gara-gara karya beliau
, karena kalau sudah pegang buku berukuran kecil ini (bentuk dan format buku memang didesain seperti itu : ciri khas dari buku Kho Ping Hoo), aku pasti lupa makan, lupa tidur, dan perlu dicatat bukan cuma saya yang bikin pengakuan kaya gini.
Ceritanya mengalir dan enak untuk diikuti. Setting, tokoh, alur, semuanya sip! Gampang dicerna, bahasa yang dugunakan juga simpel namun memikat, dan pada masanya dulu konsumen tetap karya beliau berasal dari kalangan tukang becak sampai tingkat Profesor. WOWW..!!!! Bahkan Bapak Habibie yang jago bikin pesawat itupun adalah salah satu pembaca karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo.
Selain alur cerita yang memikat, salah satu ciri khas dari karya beliau adalah pelajaran hidup! Dalam setiap cerita pasti disisipi pelajaran tentang kehidupan, dan dikemas dengan luar biasa jadi pembaca tidak merasa dinasehati atau diajari. Begitu piawainya beliau mengolah bahasa.
Selain itu sebenarnya ada beberapa judul buku yang diangkat ke dalam film layar lebar, tapi SAYANGNYA kurang memuaskan. Maklum, film-filmnya dibuat di masa sinema Indonesia masih memuja seksualitas dan adegan-adegan syur.
Beliau juga pernah membuat cerita ketoprak sayembara atas permintaan TVRI. Judulnya Telik Sandi.
Memang pada tahun 1994 yang lalu penulis hebat ini telah meninggal dunia, tapi sampai sekarang karya-karya beliau masih meramaikan dunia persilatan Indonesia. Ratusan judul masih dicetak ulang oleh CV.GEMA yang berada di kota Solo.
Mungkin ada di antara kalian yang kangen ingin membaca lagi karya-karya beliau, tapi kesulitan mendapatkan bukunya bisa langsung hubungi saya (promosi booosssss…….
)
Saya bisa membantu mengobati rindu kalian terhadap karya-karya beliau.
Berminat? Lihat-lihat aja dulu list judul lengkap dengan harganya. Dijamin murah karena barang langsung saya ambil dari CV. GEMA, satu-satunya percetakan yang menerbitkan karya Kho Ping Hoo.







