Usia Tesha genap tujuh bulan hari ini. Teringat malam itu saat aku menunggu isteri yang tak henti-hentinya meringis saat kontraksi itu datang. Kontraksi dari si jabang bayi yang tak sabar ingin segera melihat wajah ayah ibunya.
Malam itu bukan hanya malam yang penting bagi kami, tapi juga bagi Indonesia. Penting bagi kami karena saat itu adalah detik-detik Tesha akan lahir, penting bagi rakyat Indonesia karena sebagian besar dari kita malam itu begadang dan menyaksikan aksi penyergapan teroris di Temanggung.
Mungkin hanya kebetulan saja tapi momen-momen yang penting bagiku sering berbarengan dengan momen penting di Indonesia. Ambil contoh : ulang tahun almarhum ayahku adalah tanggal 17 Agustus, bukan hanya keluarga yang merayakan tapi juga seluruh rakyat Indonesia, hari resepsi perkawinanku berbarengan dengan eksekusi para teroris bom bali, dan malam menjelang kelahiran anakku tepat pada saat Densus 88 menyergap teroris di Temanggung. Hanya kebetulan…tapi aku menganggap ini merupakan pertanda baik bagi kami dimana hari penting kami merupakan hari saat keadilan dan harapan mulai terwujud. Habis gelap terbitlah terang!
Kembali ke Tesha. Hmmmm….apa yang bisa saya tulis tentang dia? Terlalu banyak sampai jadi bingung. Yang jelas cewek kecil ini tambah bulat aja nampaknya
Berikut adalah beberapa foto si gadis bulat. Saya jadikan update di blog ini karena suatu saat nanti dia akan menjadi seorang penulis seperti almarhum kakeknya dan juga seorang blogger yang lebih ampuh dibanding bapaknya. Jadi kenalilah wajah si calon blogger ini. Heheee…
klik gambar biar nampak jelas kecantikan dan kebulatannya


















